Midnite: Ayat-ayat Cinta – Live Report from Galaxy 21

Akhirnya film fenomenal ini benar-benar diputar. Meskipun bajakannya sudah beredar di internet sejak beberapa hari yang lalu, tapi saya memilih untuk menontonnya di bioskop. Studio 5 Galaxy 21 berkapasitas 154 seat ini mulai dipenuhi penonton sejak pukul 23.30. Filmnya sendiri baru diputar nanti pukul 23.50

Berbeda dengan midnite-midnite sebelumnya yg dipenuhi wanita berpakaian mini, midnite kali ini dipenuhi wanita berjilbab! Beberapa diantaranya berwajah arab. Cantik!

23.50 LAMPU DIMATIKAN. Film akan dimulai.. suasana begitu hening..

….

…..

….

01.59 LAMPU DINYALAKAN. Film selesai..Inilah pendapat teman nonton saya sesaat setelah keluar dari Galaxy 21:

  • Riko: “bagus!”
  • Hasan: “bagus tapi lucu gara2 lihat tampang Surya Saputra. Lebih seru baca novelnya!”
  • Purwoko: “endingnya bagus, yang lain lucu!”

[update paginya]

Detail cerita dalam film ini memang kurang jika dibandingkan dengan versi novelnya. Hal ini saya rasa wajar saja, mengingat durasi film tersebut kurang dari 2 jam sehingga tidak mungkin untuk menampilkan semua detail cerita

Kualitas gambar dan suara film ini secara umum bagus. Ilustrasi musik (by Tya Subiyakto) dan alunan suara Emha mampu memperkuat suasana haru yang beberapa kali terjadi dalam film ini. Gambar cukup jelas, hampir tidak ada yang out of focus atau blur. Beberapa scene saya rasa menggunakan blue screen, tapi sangat halus sehingga tidak begitu terlihat

Oia, beberapa percakapan terjadi dalam bahasa arab, tapi ini adalah bahasa prokem untuk percakapan sehari-hari, jadi sedikit berbeda dengan bahasa arab dalam Al Quran yang merupakan bahasa arab baku. Tapi jangan kuatir, sudah ada terjemahannya di layar bioskop, dijamin faham!

Berikut ini ringkasan cerita dari film Ayat-Ayat Cinta menurut ingatan saya :D

Film ini dibuka dengan alunan suara khas Emha Ainun Najieb melantunkan ayat-ayat Al Quran. Merinding… Scene pertama menggambarkan suasana flat tempat Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) tinggal bersama mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Al Azar, Kairo, Mesir. Banyak kejadian lucu di sini. Dimulai ketika komputer Fahri mengalami masalah. Ia lantas meminta tolong kepada Maria Girgis (Carissa Putri), tetangga flat yang tinggal di lantai atasnya, untuk membetulkan komputer tersebut. Ternyata komputer Fahri terkena virus sehinga semua data di dalamnya hilang, termasuk thesis Fahri yang harus dikumpulkan tiga hari lagi. Untungnya Maria berhasil memberikan semangat kepada Fahri dan bersedia membantu untuk mengetik ulang naskah thesis tersebut. Maria adalah seorang penganut Kristen Koptik, tapi dia mengagumi Al Quran. Pada suatu scene dia menganggap bodoh seorang profesor karena mengatakan bahwa Alif Laam Miim, ayat pertama Surah Al Baqoroh, tidak memiliki arti. Padahal menurut Maria, justru ayat tersebut mengandung makna terdalam tentang kebesaran Allah.. Maria jatuh cinta kepada Fahri. Pada scene yang lain ada adegan Fahri sedang berbincang dengan Maria tentang arti jodoh, di tepi Sungai Nil. Romantis sekali!

Berkat bantuan Nurul binti Ja’far Abdur Razaq (Melanie Putria), Fahri berhasil melobi kampus dan mendapat kelonggaran waktu untuk mengetik ulang thesisnya. Nurul adalah seorang anak kyai terkenal asal Jawa Timur yang sedang kuliah di kampus yang sama dengan Fahri. Di Mesir Ia tinggal bersama pamannya yang menjadi dosen di Al Azar. Nurul juga jatuh cinta kepada Fahri. Dalam sebuah kesempatan, Ia mendesak pamannya untuk melamar Fahri

Dalam sebuah perbincangan melalui telepon, Ibu Fahri bertanya tentang jodoh. Siapa gadis yang akan dinikahi Fahri. Fahri tidak bisa menjawab dengan pasti. Ibu Fahri kemudian mengakatan: “Jika Allah menghendaki, siapapun bisa menjadi jodohmu!”

Pada suatu malam, terjadi sebuah keributan. Noura bin Bahadur (Zaskia Adya Mecca) sedang disiksa oleh ayah angkatnya. Kemudian Fahri meminta Maria untuk menolongnya. Noura dibawa masuk ke flat dan menginap di sana. Kemudian atas bantuan Fahri yang memiliki akses ke intelejen, akhirnya Noura berhasil menemukan orang tua aslinya. Ketika diantarkan Fahri menemui kedua orang tuanya, Noura memberikan sepucuk surat berisi puisi romantis. Dia jatuh cinta kepada Fahri dan berharap untuk “dihalalkan bagimu untuk mengecup keningku” atau menikah dengan Fahri

Jadi total sudah ada 3 wanita yang jatuh cinta kepada Fahri. Surat demi surat yang datang langsung dititipkan kepada Syaikh Utsman untuk disimpan. Fahri merasa surat-surat cinta tersebut membuatnya semakin bimbang!

Pada scene yang lain, dengan setting tempat di sebuah kendaraan umum, terjadi sebuah keributan. Ada seorang jurnalis wanita asal Amerika yang sedang bertugas meliput kehidupan muslim di Kairo. Ia bersama ibunya yang sedang sakit tidak mendapatkan tempat duduk. Kemudian Aisha (Rianti Cartwright) memberikan tempat duduknya. Hal tersebut memicu kemarahan seorang laki-laki karena tidak terima Aisha memberikan tempat duduknya kepada kafir Amerika. Datanglah Fahri untuk meredakan kemarahan laki-laki tersebut. Fahri menjelaskan bahwa siapapun yang masuk secara sah ke sebuah negara harus mendapat jaminan keselamatan, meskipun dia datang dari Amerika. Hal tersebut telah membuat Aisha jatuh cinta! Fahri juga tidak bisa membohongi perasaannya. Aisha memakai burqoh, namun mata indah Aisha telah membuat jantung Fahri berdegup kencang!

Pada sebuah kesempatan, Syaikh Utsman menawarkan kepada Fahri untuk berta’aruf dengan seorang gadis. Fahri bimbang. Atas dorongan teman flat, akhirnya Fahri menerima tawaran tersebut. Ternyata gadis yang dimaksud Syaikh Utsman adalah Aisha. Dalam kesempatan tersebut Aisha membuka burqohnya. Dalam Islam, hal tersebut boleh dilakukan kepada calon suami, untuk melihat wajah asli dari si gadis. Fahri jatuh cinta kepada Aisha.

Mereka kemudian menikah dan tinggal di flat orang tua Aisha yang sangat mewah. Oia, Aisha ini mahasiswa asing keturunan Jerman dan Turki. Ia sangat cantik dan cerdas. Orang tuanya kaya raya. Bagaimana malam pertama mereka? Tentu saja tidak ditayangkan adegan ranjangnya. Namun bisa dilihat hasilnya beberapa hari kemudian. Aisha hamil!

Pernikahan Fahri ini telah membuat Nurul, Noura dan Maria patah hati. Bahkan Maria kemudian mengalami depresi hebat dan kemudian dibawa mamanya pindah ke tempat baru yang tidak diketahui

Konflik mulai muncul. Mulai dari adanya permintaan dari paman Nurul kepada Fahri untuk menikahi Nurul, adanya SMS dari Maria untuk ditemui di flat dan puncaknya ketika polisi menjemput Fahri untuk ditahan karena tuduhan telah memerkosa Noura. Fahri berusaha meyakinkan Aisha bahwa ia tidak bersalah. Orang tua Fahri di Indonesia akhirnya mendengar berita tersebut. Ibu Fahri lantas menelepon Aisha. Inilah salah satu adegan paling mengharukan, dimana seorang mertua pertama kali berbicara dengan menantunya dan menegaskan bahwa Fahri tidak bersalah. Ini hanya fitnah! Aisha tidak kuasa menahan air mata!

Demi membela Fahri, Aisha menyewa seorang pengacara asal Indonesia. Persidangan dimulai. Semua saksi yang diajukan pihak Noura memberatkan Fahri. Ia terancam hukuman berat. Satu-satunya saksi kunci yang bisa membebaskan Fahri dari tuduhan memerkosa ini adalah Maria. Tapi tidak diketahui tempat tinggal barunya. Aisha bertekat untuk mencari Maria. Sementara ini Fahri tetap tinggal di sel tahanan. Teman satu selnya mengatakan bahwa semua ini terjadi karena kesombongan Fahri. Melalui kejadian tersebut Allah sedang berbicara dengan Fahri tentang arti sabar dan ikhlas

Di luar sel, Aisha terus berusaha mencari Maria. Usaha kerasnya membuahkan hasil. Maria ditemukan. Tapi dia dalam keadaan terbaring sakit. Menurut mamanya, setelah sembuh dari kecelakaan (tertabrak mobil), Maria tidak mau bangun dari tempat tidur. Ia mengalami depresi berat dan terus menyebut nama Fahri. Di sana, mama Maria menyerahkan diari bersampul merah bergambar kucing hitam kepada Aisha yang isinya curahan hati Maria selama ini kepada Fahri. Aisha sangat tersentuh melihat keadaan Maria. Satu-satunya yang bisa menyembuhkan hanya Fahri

Aisha mengunjungi Fahri di sel tahanan dan menyerahkan diari merah tersebut. Aisha meminta Fahri untuk merekam suaranya dan menyatakan cintanya kepada Maria. Hal tersebut juga sangat mengharukan, dimana seorang istri meminta kepada suaminya untuk mengungkapkan cinta kepada wanita lain. Kebesaran hati Aisha dan juga niat untuk membebaskan suaminya dari ancaman hukuman telah membuatnya mampu melalukan itu

Aisha kemudian mengunjungi Maria lagi dan memutarkan kaset Fahri. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Mata Maria memang sudah menunjukkan tanda-tanda lebih aktif, tetapi belum membuat Maria sadar dan bangun. Menurut perawat, hanya Fahri sendiri yang bisa menyembuhkan maria. Fahri harus datang sendiri menemui Maria. Mereka harus dinikahkan!

Aisha bisa memahami hal tersebut. Atas bantuan pengacara dan memanfaatkan hak sebagai warga negara Jerman yang dimiliki Aisha, Konsul Jerman bersedia menjadi jaminan. Fahri boleh dibawa keluar sel selama beberapa jam. Kemudian Fahri menikah dengan Maria. Saat itu Maria masih belum sadar dari depresinya. Fahri terus mengucapkan kata-kata romantis. Tangannya menggenggam erat tangan Maria. Hal tersebut membuat Aisha cemburu. Dia berlari keluar. Upaya Fahri berhasil. Maria terbangun. Kamudian mama Maria menemui Aisha di luar kamar dan mengucapkan terimakasih. Adegan ini juga sangat mengharukan! Sayup-sayup terdengar syahadat. Asyhadu anlaa ilaaha illallah.. Wa asyhadu anna Muhammadurrosuulallah… Maria menjadi mualaf!

Persidangan kembali digelar dengan mendatangkan saksi kunci, Maria. Noura tersentak hebat. Demikian pula dengan ayah angkatnya. Kebohongan mereka segera terungkap. Ternyata Noura diperkosa sendiri oleh ayah angkatnya. Tapi karena sakit hati kepada Fahri yang tidak pernah membalas surat cintanya, dia tega memfitnah fahri dengan tuduhan pemerkosaan

Fahri, Aisha dan Maria kemudian tinggal bersama di flat orang tua Aisha. Malam pertama mereka tinggal bersama dimulai dengan pertanyaan (yang mengundang tawa seluruh penonton) dari Aisha: “Malam ini kamu mau tidur di mana?”

Kecemburuan-kecemburuan kecil mulai menghiasi hari-hari mereka. Hingga suatu hari, secara mendadak, Aisha minta ijin pergi ke Turki. Dia berkata kepada Fahri bahwa pamannya bisa menemaninya. Fahri di rumah saja menjaga Maria. Sesampai di rumah pamannya, Aisha curhat bahwa dia ingin menyendiri untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba Fahri datang, dan mengatakan bahwa kuncinya adalah sabar dan ikhlas. Mereka kembali lagi ke flat. Sesampainya di flat, Aisha langsung memeluk Maria. Mengharukan!

Ternyata penyakit Maria kambuh. Ia segera dibawa ke rumah sakit. Di sana Maria mengatakan kepada Fahri, bahwa dia baru mengetahui bahwa cinta dan keinginan untuk memiliki itu tidak sama. Kemudian Maria mengungkapkan keinginannya untuk shalat berjamaah. Fahri menjadi imam, sedangkan dia dan Aisha menjadi makmum. Maria shalat dalam posisi berbaring menghadap atas. Sebelum sholat, Maria melakukan tayyamum

Sesaat setelah takbirotul ikhrom, Maria menghembuskan nafas terakhirnya. Fahri dan Aisha tidak mengetahui hal ini. Mereka terus menyelesaikan shalat. Setelah salam, di saat Fahri mengucapkan do’a, Aisha mendapati Maria sudah dalam keadaan terpejam. Dia segera memberitahu Fahri. Maria meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…

[SELESAI]

Bagi yang belum nonton, jangan kuatir, film ini akan diputar secara serentak mulai tanggal 28 Februari 2008 ini. Melihat novelnya yang begitu laris dan mengantarkan penulisnya menjadi milyarder baru, bisa dipastikan film ini juga akan dijubeli penonton. Selamat menyaksikan!

62 thoughts on “Midnite: Ayat-ayat Cinta – Live Report from Galaxy 21

  1. pertamanya,,dulu2 bgt,,aku sebel denger selentingan ada poligami dlm cerita ayat2 cinta,,tapi setelah taw ceritanya aku jadi pengen liat filmnya,,,,kyknya bakalan nangis bombay deh,,,

  2. hmm… kelemahan saya adalah menonton bioskop, mata tak pernah bisa mau kompromi, pasti ketiduran hehehehehe. Nunggu dvd nya aja dah… kalo ketiduran masih bisa nyambung :p

  3. yah amfun panjang banget, tapi saya tidak membaca bagian ceritanya, nunggu, tgl 28 feb aja..
    soalnya kemaren ndak sempat :D

  4. wah, terus terang saya ga mau baca tuh ringkasan cerita, ga saik lagi nanti..coz mau nonton langsung aja, hehehe :D

    *salut bro dengan kerajinanmu :cool:

    salam kenal

  5. saya tidak membaca isinya, nanti aja, biar agak penasaran dikit, walau udah baca beberapa resensi/review, spoiler baik bajakan maupun nonton aslinya… :D

  6. pausbengkak!! jangan mentang2 nonton midenite bikin resesinya juga sambil ngantuk2 dong. yg ngaku2 dperkosa itu noura, pan yg dsiksa ayah angkatnya noura ituh. bukan nurul..nurul mah djodohin abinya di indo. iya toh..
    repisi, repisiii..^_^

  7. @sangkil: ya ya ya… sudah maklum lah dengan hobi tidurmu itu…

    @caberawit: sudah baca dari atas sampe bawah blom?

    @arul: memang lebih asik nonton filmnya dulu rul, takutnya kalo baca dulu ntar filmnya ndak sama dengan imajinasimu

    @suwahadi: wakakaka…. nonton yang resmi dong…

    @kholis: pas baca novel, yang main imajinasimu..

    @febra: kalo udah nonton, ntar bandingin ma ceritaku ini, sama gak ya..

    @cits: iya, thanks ya adekku yang bengkak mirip gajah nelen rumah, dah diingetin. memang sambil ngantuk tuh nulisnya. da aku betulin kok :d

    @rzd: penasaran aja! seru nonton sendiri kok!

    @anas: nonton!

    @chic: hahaha… tunggu tanggal mainnya jeng..

  8. @rere: wah ndak sopan bangget, ini asli tulisan gw re… scr aku suka banget fil ini jadi udah konsen sejak awal, sambil megang hp buat nyatet urutan :D

    @pram: setubuh, cak! ayune gak karu2an! aku yo gelem nek ndek’e mekso :D :D

    @mendol: santai aja ndol, ini udah dalam proses editing AACX!

    *lempar mendol pake cd bekas doubledise*

  9. terlepas dari itu mirip sinetron ato ngga ? opini dari tiap orang pasti berbeda – beda
    makanya biar ngga penasaran , mending pada nonton
    hargailah karya cipta anak negeri , selama ini khan temanya tenatng hantu , remaja , percintaan , nach ini khan dajwah , masa kita ngga mau dukung

  10. Di luar sel, Aisha terus berusaha mencari Aisha…

    maksudnya,, aisha mencari maria ya?? :mrgreen:

    thanks anyway for the review,, jadi,, ksimpulannya lebih bagus baca dari bukunya ya?? :mrgreen:

  11. @realylife: sepakat sekali degan anda!

    @ratutebu: makasih koreksinya. saya gak memberikan kesimpulan, karena novel dan film tidak bisa dibandingkan. itu 2 hal yang berbeda

    @risdania: iya say, ntar tgl 28 nonton kok, kemarin ini kan midnite, kan gak boleh sama mama :P

    @mbelgedez: ini waktunya cak mbel, dijamin ndak nyesel!

    @cempluk: ajak wulan!

    @edipsw: setuju pak! :D

  12. Saya sangat puas dengan film ini. Film yang sangat cantik dan memiliki akhlak islami yang begitu indah. Namun saya juga begitu mencintai novelnya, sebuah novel pembangun jiwa, sangat cocok disandang Ayat-Ayat Cinta. Novel maupun film Ayat-Ayat Cinta, saya begitu mencintai keduanya. Begitu menggilai. Begitu mencandu

    Salam kenal! =)

    cheers.

  13. @chic: oia seh di jakarta udah main duluan ya.. di sby baru mulai hari ini :d

    @chatoer: berangkatnya sendiri kan gak papa, ntar sampe di bioskopnya kan rame..

    @fauzan: why?

    @gempur: traffic yg mana pak? :P

    @ina: hekekeke… yang lagi kangen ma bebek.. maen ke sby dong..

    @mbel: wah kayaknya memang demikian cak mbel! :D

    @adit: ajak niez aja dit! :P

    @bebekseksi: iya, baik, pinter, cantik, kaya raya

    @adhini: setuju 100%

    @laks: oke bang laks, met nonton :d

  14. ih curang nih masak ditulis resensi nya selengkap ini! ntar gak seru lagi dunk pas nontonnya..mending lewatin aja deh :p

  15. @theloebizz: wah kayaknya sibuk banget ya non? sempetin lah.. itung-itung refresing :d

    @nicoustic: ngawur aja, ini hanya film yang diceritakan! :P

    @suci: hehehe… bukannya curang, hanya mau nulis aja apa yang udah aku tonton…

  16. pileme sangat bagus..
    walau aku cuma nonton atleast 20 menit doang..

    sudah membuatku merinding berjuta-juta kilobait!!
    eh, kali maksudnya..

  17. Pingback: ayat ayat cinta
  18. @ndop: ah masa? apa energi merindingnya bisa dikonversi menjadi energi listrik ya ndop?

    @edo tracback: segera meluncur ke lokasi! ™

  19. Pingback: Ratna's Blog
  20. @ratna: hm… trus buat apa nonton film? ya ya… tapi memang tiap orang punya selera sendiri2 kok.. gak harus semua orang suka nonton.. ntar bikin kaya 21-nya dunk.. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s