Sebenarnya saya malas menulis tentang MLM. Masih banyak topik lain yang lebih menarik untuk dibahas. Tapi satu bulan ini ada beberapa kejadian yang berkaitan dengan salah satu MLM di Indonesia. Tianshi atau Tiens. Begitu nama MLM tersebut.
Bagi yang belum tahu tentang MLM silakan baca beberapa link di bawah ini:
Kejadian #1
Siang itu, di sebuah gerai digital printing, sambil menunggu cetakan, saya membaca majalah. Tiba-tiba saya dihampiri oleh seorang pemuda yang mengaku berusia 25 tahun. Tanpa saya minta, dia berceramah ngalor-ngidul bahwa kita harus punya impian. Impian besar disusun atas impian-impian kecil.
Pemuda tadi bercerita bahwa dia berani keluar dari kuliahnya karena ingin mengejar mimpinya. Umur 30 tahun dia akan mengajak kedua orangtuanya ke Jepang. Dia sendiri ingin belajar komik di sana. Sedang orangtuanya dibebaskan untuk berwisata sepuasnya. Tidak boleh pulang ke Indonesia kalau uangnya belum habis. Kalau perlu, jika uangnya habis tinggal ditransfer aja
Dia juga ingin naik BMW milik sendiri. Saat ini di rumah sudah ada BMW tapi milik orangtua. Pasti beda rasanya kalau naik BMW sendiri. Kemudian dia juga ingin pergi memancing dengan kapal pesiar pribadi!
Kesemua mimpinya akan terwujud pada usia 35 tahun. Sejak saat itulah dia akan berhenti bekerja. Ongkang-ongkang kaki di rumah menikmati harta yang melimpah!
Untuk mengejar mimpi tersebut, sekarang dia sedang menggeluti bisnis supermarket. Lokasinya ada di Surabaya dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Waktu itu pikiran saya langsung tertuju ke Carrefour. Namun ternyata tebakan saya salah. Menurut pemuda tadi, Carrefour tidak ada apa-apanya dibanding supermarketnya!
Dikatakan bahwa supermarketnya memiliki sistem yang jauh lebih sempurna dibanding Carrefour sekalipun. Saya langsung bingung. Menebak-nebak supermarket apa gerangan yang dimaksud pemuda tadi. Setahu saya di Surabaya ini belum ada supermarket seperti yang dia ceritakan tadi. Saya menyerah. Akhirnya pemuda tadi menyebut nama: BannerStore!
Sampai di rumah saya bertanya kepada Google. Terjawab sudah. BannerStore adalah unit bisnis dari Tianshi. Ahahahaha….
Kejadian #2
Selang satu minggu dari kejadian pertama, seorang teman mengaku mendapat kiriman SMS dari seseorang yang tidak dikenal. Isinya tawaran untuk bekerjasama mengembangkan supermarket. Teman saya tadi tentu kaget campur bingung. Gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba ada tawaran kerjasama menggiurkan. Kemudian dia meminta saya menyelidiki siapa gerangan pengirim SMS tadi.
Saat itu saya langsung curiga, jangan-jangan ini sama dengan yang kemarin. Langsung saya minta nomer HP si pengirim. Saya ajak ketemuan.
Pada hari, jam dan tempat yang telah disepakati bersama, saya dan si pengirim SMS misterius tersebut betemu. Tanpa ba-bi-bu saya langsung tanya tentang kerjasama yang dia tawarkan. Dia lantas menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi. Mulutnya sampai berbusa-busa!
Sampai pada satu titik yang saya tunggu, dia akhirnya menyebut kata: BannerStore! Wakakakaka… saya langsung ngakak guling-guling dibuatnya!
Kejadian #3
Selang satu minggu dari kejadian kedua, saya sendiri yang dapat SMS. Bukan dari pengirim misterius, tapi dari orang yang sudah saya kenal. Dia mengajak saya membuka bisnis franchise.
Sebenarnya saya tidak tertarik dengan model bisnis ini. Tapi demi menghormati teman, saya terima ajakannya untuk bertemu.
Saat yang disepakati telah tiba. Teman saya tadi langsung membuka laptop. Powerpoint dijalankan. Presentasi dimulai. Dan…. Tralala…… Halaman pertama bertuliskan: BannerStore!
–
–
–
Tiga kejadian di atas tadi membuat saya jadi geli. Mengapa sekarang ini pelaku Tianshi terkesan kurang percaya diri menyebutkan nama Tianshi ketika mencari downline? Mengapa harus menyebut dirinya pemilik supermarket, pengembang supermarket, atau pemilik bisnis franchise?
Mungkin mereka sudah benar-benar putus asa melihat kenyataan bahwa saat ini orang semakin melek bisnis. Tahu mana bisnis yang prospektif dan mana bisnis yang hanya buang-buang waktu, fikiran, tenaga dan uang. Sehingga ketika menyebut nama MLM di depan perkenalan, maka orang akan lari duluan sebelum dia selesai berbicara.
Atau mungkin Anda punya pandangan berbeda? Silakan tuliskan pengalaman, opini, penjelasan atau pendapat Anda, singkat, padat dan jelas!