Otak bisa lupa?
April 18, 2008 oleh det

Otak manusia merupakan perangkat yang paling kompleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi spesifik tetapi saling berhubungan. Mengendalikan seluruh aspek fisik dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar
Kapasitas penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk komputer terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor komputer tercanggih sekalipun.
Tapi sayangnya manusia tidak mampu mengoptimalkan seluruh potensi otak tersebut. Orang genius sekelas Einstein-pun ternyata baru menggunakan kemampuan otaknya tak lebih dari 4%. Bayangkan jika kemampuan otak tersebut digunakan 100%, maka seluruh permasalahan paling rumit di dunia ini bisa diselesaikan oleh seorang manusia saja! [Atau sebaliknya ya, dunia jadi makin ruwet?]
Dengan potensi yang demikian hebatnya, sudah pasti otak mampu merekam semua kejadian sejak manusia lahir hingga mati. Sehingga kapan saja kita bisa megakses memory tentang sebuah kejadian di masa lalu dengan runut dan lengkap.
Tapi… mengapa manusia masih saja sering lupa?. Lupa hal-hal yang baru saja terjadi. Lupa menaruh kunci kendaraan. Lupa mematikan lampu. Lupa nama orang. Lupa membayar utang. Lupa istri. Lupa daratan!




mari nulis soal utang, saiki nulis soal lupa.
mari ngombe es teh ndek warunge budi & nggak mbayar yo? wekekekekkk
Karena itu sudah sunnatullah, Yang Mbaurekso emang sengaja membuat otak manusia bisa lupa, dan dibalik semua itu pasti ada hikmahnya. Salah satunya supaya manusia yang konoo oleh Yang Mbaurekso diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tidak takabur.
mungkin kemampuan otak 100% akan digunakan kelak di akhirat (surga) nanti.
hmm.. mo ngasih komen apa yah?? (lupa..)
einstein cuma 4% berarti kalah sama blogger yang 68%
Agar manusia selalu ingat bahwa di atas keempurnaannya masih ada yang lebih Maha Sempurna pakdhe.
lupa utang dong mas fahmi
yang mengukur bhwa einstein tlh mggunakan kmampuan otaknya 4 persen itu siapa? sok tau banget tuh orang.. setahu gwa 3 persen.. malah ada yg menyebutkan 30persen. yg jelas bukan angka empat.. lupa ya det? atau aku yg lupa?
saya suka lupa kalo ternyata saya cantik,, hahaha lupa atau narsist?????
*mas,, ojo ngeledek to sampeyan..kan maluuu (Ohh,, yunan!)
seperti halnya komputer kadang lemot, kadang berlebihan memory yang digunakan dalam satu waktu sehingga untuk mengingatnya kelupaan gara-gara mengakses program lain yang berat juga.
So salah satunya lupa terjadi karena beban berat
satu lagi karena otak udah lemah, artinya memorynya udah ngak kuat lagi menampung jadi butuh tambahan 1 GB lagi dah
satu lagi mungkin saja otaknya sudah rusak, seprti halnya komputer karena keseringan dimasuki program2 yg benar akhirnya tepar deh kompi, kalo otak mungkin dimasuki sama fikiran2 kotor
hukakakaka 
Kalok tak ndak isa lupa justru bahaya Det…
Contonya sayah, udah lupa kalok doloo deket sama Tanti, Zamrina, Triyani…..
Naaaa,… di novelette ituh sayah sedang nyobak nginget-nginget lagee….
kalo einstein pake otak nya cuma 4%, trus otak ku baru ke pake berapa persen ya.. kalo baru di pake 0, sekian kan lumayan kalo di jual lagi..
wah.. wah..
Haduw,,saya termasuk type short term memory,,bukan karena otak yang saya pakai kurang dari 4%,tetapi memang mungkin mem0ry otak saya cuma 64mb,,jadi harus sering di refres,,
@fahmi: lho apa kamu lupa kemarin aku suruh bayar? hahaha…
@pram: memang demikian adanya bang, tapi bagaimana mekanisme lupa itu terjadi, dan bagaimana mekanisme mengingat-ingatnya kembali…???
@galih: bukankah di syurga katanya semua serba tersedia? ya berarti malah gak perlu pake otak
@ridu: ahahaha… itu kan kata pakar gadungan itu…
@wafie: iyap setuju mbak yu..
@ndop: yang mengukur kan kamu, ndop, kok lupa?! :p
@rinie: ahahaha… masih belum lupa sama yunan ya?!
@arul: berarti memori kotor itu bisa merusak memori yang baik, begitu ya rul?
@mbelgedez: lha iya cak, kan sudah dilupakan, kenapa diingat2 kembali kejayaan masa muda itu?! tobat cak, anak dah gede! hehehe… *ditimpuk duit se-meter*
@ulan: emangnya otak sapi mau dijual?!
@tu2t: wah wah juga..
@risdaniasayangku: wahahaha… ndak mungkin kapasitas otak manusia hanya 64mb.. itu mah otak nyamuk
sampai sekarang saya juga bingung kenapa saya sering mengalami short term memory..
Yang biasa bilang tentang otak kita yang cuma dipakai 4%, 3%, 30%, whatever… biasanya para motivator/marketing. Sepertinya itu bukan hasil penelitian empiris, hanya berdasar “katanya”…. “katanya”….
Menurut saya, bukan belum digunakan sepenuhnya, tapi belum digunakan dengan cara yang “benar”. Bagaimana cara yang “benar” itu? entah, saya juga tidak tahu
@cK: mungkin jaringannya ada yang korslet chik?!
@yuan: hm… benarkah demikian, lalu yang benar berapa dong? setauku itu hasil penelitian menggunakan MRI yang mampu mendeteksi kerja otak..
ya mungkin karena otaknya palsu atau salah beli di toko-toko terdekat. hmmmmm….
ngak ngebayangin gimana kalo manusia bisa mengoptimalkan otaknya 50 % aja….
4 % aja bisa buat nuklir (einstein) apalagi 50% wah wah…JANGAN -JANGAN bisa buat makhluk hidup lagi…
hahahahaha…..
tapi saya pribadi meragukan analisis para ahli yang mengatakan manusia baru bisa mengoptimalkan otaknya 4% (kita ambil level einstein)..
dari sisi kemampuan otak ada benarnya. tapi jangan lupa salah satu unsur penting manusia adalah nyawa (roh), mau otaknya 2% kek, 10% kek, 101 % kek kalo tidak ada nyawa PERCUMA DUNG…
jadi otak dan nyawa saling berkaitan, bila kita lihat dari sisi ini saya kira manusia telah mencapai peradapan yang maju saat ini (dalam artian manusia dapat memaksimalkan kemampuan otak yang disinergi dngan nyawanya)
hehehe..itu hanya opini saya…
salam kenal bung deteksi..
saya akan ikuti tulisan2 anda selanjutnya.
saya baru `ngeh` kalo saya punya otak!
@fuad: hekekekeke…. jangan2 keliru sama otak sapi di pasar2 itu ya?
@dimas: salam kenal juga mas.. memang belum jelas sumbernya siapa yang ngukur kapasitas otak einstein itu.. tapi memang benar, otak tanpa nyawa ya ndak berarti apa2..
@herdian: ha???!!!
Fungsi otak untuk menyimpan segala informasi, sekarang sudah digantikan oleh hard disk. Itu sebabnya kenapa hanya beberapa persen saja otak manusia yang digunakan, karena selebihnya disimpan dalam hard disk.