Laga final yang telah ditunggu-tunggu berjalan menegangkan. Kedua tim berusaha tampil maksimal untuk memenangkan pertandingan. Penonton terus bersorak memberikan semangat kepada tim favoritnya.
Grand Final kedua
Koumori pada sudut biru melawan Rengganis di sudut merah. Pada pertandingan memperebutkan posisi juara tiga ini robot otomatis kedua tim mengalami masalah. Tim Koumori yang pada babak perempat final bisa melakukan GOVINDA kali ini hanya gigit jari. Demikian juga dengan tim Rengganis.
Perhandingan berjalan bersih tanpa pelanggaran dari kedua tim ini akhirnya dimenangkan oleh Koumori dengan skor 15-9
Grand Final pertama
Inilah laga paling menegangkan. Khil-G yang didukung penuh suporter aremania berhadap-hadapan dengan Jump-Be yang didukung superter tuan rumah. Mereka memperebutkan posisi juara pertama dan kedua.
Hasil akhir grand final pertama ini dimenangkan oleh Jump Be dengan skor 28-16. Jump-Be tidak bisa meraih GOVINDA karena salah satu robot otomatis ‘blocker’ Jump-Be mogok. Tim lawanpun berkesempatan mencetak skor.
Kotak kuning direbut oleh Jump-Be. Robot otomatis digendong robot manual untuk meraih kotak kuning. Sementara itu robot otomatis Jump-Be mampu meraih satu kotak putih dan kemudian berjalan ke area tempat lawan menaruh bola. Teknik blocking ini memang menjadi andalan Jump-Be selain robot gendongan tadi. Di pihak lawan, robot otomatis Khil-G mampu kuasai satu kotak putih.
Pertandinganpun usai. Jump-Be keluar sebagai juara pertama. Disusul Khil-G pada urutan kedua. Suporter aremania yang dari tadi berteriak: “Malang pasti menang” kemudian merubah teriakan menjadi: “Indonesia… Indonesia..”
Saat ini berkumandang lagu “we are the champion”. Beberapa peserta yang sempat saya wawancarai mengaku puas. Tidak rugi membeli tiket 20 ribu rupiah. Tahun depan nonton lagi ya!
(det/rani/n70)



ngak sia2 det jadi wartawan untuk deteksi.info walau ngak bisa nyaksikan secara langsung. bisa merasakan hawa2 kemenangan
iya rul.. begitu juga dengan diriku.. wkwk.. ayo ayo semangat ITS
wis emboh…..
vivat cukkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!
wah hebat2! anak bangsa sekarang sudah handal membuat robot yah
semoga kelak dapat dibuat robot penangkap koruptor
[...] Beritanya selengkapnya bisa dibaca DI SINI [...]
wah… saiyah tak tahu ttg robot2an @___@
*puyenk*
ITE ES.. brek brek.. brek brek.. brek..
ayo.. ite es.. sampean kudu menang… yakinkan saya supaya mau kembali ke kampus untuk meluluskan kuliah saya dg kemenanganmu..
Selamat ya ITS memang hwebaaattt
wew robotnya gak ditampilin…..
btw anak2 TPC bisa gak ngadain lomba kayak gituan…..
seru……:)
padahal uda dapet gratisan HTMnyah, sayang Ndutz gak jadi nonton
alah dg UM aja klah. CAK…CAK, Rubah aja jd CUKKKKKK
Waaah..Keeeen! Salut banget ama kreator Jump-Bee.Meski ndak sempet liat,tapi saia ikut berbangga mengingat ITS selalu menelurkan kreasi pada lomba cipta nasional seperti ini….Hwehehehe…
Keep Workin’!
mohon ma’af,
kalo saya boleh kasih sebuah kritikan pada temen2 media (cetak maupun elektronik)
knp yg diliput hanya KRI saja??? mana info/berita tentang KRCI????
seolah2 kalian diskriminasi…KRCI juga dilombakan, para peserta juga serius mempersiapkannya, meraih kemenangan d KRCI juga sebuah perjuangan, tapi kenapa kok sepertinya g da menariknya???
apa karena tiap tahun temanya sama? saya kira bukan alasan yang tepat…
ironis sekali ketika teman saya mengatakan saya berbohong, hanya gara2 nama robot saya(juara KRCI) tidak ada di media massa, tidak seperti tim KRI