Feed on
Tulisan
Komentar

I love FPI

Kebrutalan demi kebrutalan dipertontonkan organisasi yang mengaku dirinya paling Islam. Yang terbaru adalah pemukulan secara membabi-buta terhadap sekelompok massa di Monas. Rekamannya berkali-kali ditayangkan di berbagai televisi. Tampak seorang lelaki dengan tampang buas memukul kepala lelaki lain dari belakang secara bertubi-tubi. Tampak pula banyak sekali wanita dihajar dengan berbagai bentuk pentungan.

Tidak perlu saya sebut, rasanya pasti pembaca sekalian sudah faham organisasi yang saya maksud. Betul, FPI. Front Pembela Islam. Dari namanya kelihatan gagah. Pembela. Berarti membela. Membela berarti memberikan dukungan kepada pihak yang dibela. Pembela Islam berarti memberi dukungan kepada Islam.

Tapi apa yang mereka lakukan justru sebaliknya. Bukan membela Islam. Tapi mencoreng-moreng muka Islam dengan perbuatan ala preman yang mereka lakukan. Menyerang pihak-pihak yang berbeda pandangan dengan mereka. Bagi mereka, mereka adalah Islam, dan yang lain adalah kafir. Bagi mereka, merekalah yang paling peduli dengan Islam. Merekalah pejuang. Merekalah mujahid.

Berbagai desakan datang dari banyak kalangan. Menuntut pembubaran FPI karena telah meresahkan masyarakat. Salah satu yang menyerukan pembubaran FPI adalah Gus Dur. Seruan tersebut lantas dibalas dengan tantangan dari Habib Rizieq. Jangankan satu Gus Dur. Sejuta Gus Dur akan kami lawan. Begitu kata Habib yang ditayangkan berkali-kali di televisi.

Ternyata tidak cukup melalui televisi. Pendukung FPI juga berteriak-teriak di blog. Termasuk di WordPress. Mereka mengatakan hanya segelintir orang saja yang menuntut pembubaran FPI. Mereka yang menuntut pembubaran FPI adalah orang-orang kafir yang hanya duduk ketika mereka berjuang ke mana-mana.

Apakah klaim mereka tersebut benar?

Untuk membuktikan klaim mereka, silakan tonton televisi dan baca tulisan di tempat lain. Bisa juga baca tulisan: “Habib Rizieq: Bukan FPI yang bubar, tapi Gus Dur yang bubar” ini. Pikirkan. Kemudian berikan pendapat Anda.

FPI, dibubarkan atau dibiarkan??!!

“I LOVE FPI!” begitu kata pemerintah. berkat FPI, perhatian masyarakat dialihkan dari isu BBM :mrgreen:

Minggu tenang, kerjain PR

Dua orang teman saya yang baik hati dan tidak sombong telah bersusah payah melempar 20 pertanyaan sejenis. Jujur, membaca pertanyaannya aja sudah mual. Maklum, harga BBM baru saja naik! :mrgreen:

Oke Adhini dan Vandy, hadapilah tembokmu!!!

  1. At what age do you wish to marry? [24]
  2. If you can turn into anything, what do you wish you can turn into? [kucing]
  3. If you were stranded on an desert island, who are the 3 blog buddies you would take with you? Why? [gak ada. sendiri gak takut! weeekkk!!!]
  4. Where is the place that you want to go most? [mekah]
  5. If you have one dream to come true, what would it be? [punya duit cash 69T]
  6. Who is in your mind right now? [rzd]
  7. What are you afraid to lose the most right now? [panca indra]
  8. Do you want your first born child to be a girl or boy? Why? [cowok. calon jagoan]
  9. If you meet someone you love, would you confess to him/her? [ya iya lah..]
  10. List out three good things of the person who tagged you. [baik hati, tidak sombong, suka menabung] :mrgreen:
  11. What colour do you like? Why? [hitam. mistis!]
  12. What type of person do you hate the most [orang yang gak punya pendirian]
  13. What would you do if you won a million dollars? [biasa aja]
  14. What is your ambition? [punya 5 anak]
  15. What would you wanna be after you’re dead? [bercinta dengan semua bidadari di surga]
  16. If you have a chance, which part of your character would you like to change? [negative thinking]
  17. What would you most want to achieve right now? [naik 'game level']
  18. What do you think is the most important thing in your life? [wanita]
  19. If there’s one thing in your life you want to do but yet unable to, what would it be? [gak ada] :mrgreen:
  20. Among all the questions asked, which one do u like most? Why? [gak ada] :mrgreen:

Trend Copy-Paste

Menulis adalah proses. Apa yang ada di dalam otak diterjemahkan menjadi sebuah tulisan. Kemudian orang lain membacanya. Yang belum tahu jadi tahu. Jika dirasa kurang bisa ditambahi. Jika dirasa tidak benar bisa dikoreksi. Menambahi atau mengurangi ini bisa terjadi di dalam otak pembacanya. Bisa juga berupa tulisan lain.

Lantas orang menyebutnya dengan spiral pengetahuan. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah knowledge management. Prosesnya seperti bola salju yang menggelinding dan semakin membesar. Tapi bisa juga semakin mengecil jika mendapat paparan panas matahari.

Awal mulanya orang menulis di batu, tulang, tembok dan daun. Kemudian kertas. Kemudian komputer. Kemudian komputer terhubung dengan internet. Makin lama makin mudah untuk menulis. Tapi makin sulit juga menjaga keaslian sebuah tulisan. Dengan komputer orang bisa melakukan copy-paste tulisan. Dengan internet orang bisa menemukan tulisan bagus. Banyak diantaranya yang kemudian melakukan copy-paste tanpa menyebut sumbernya. Sebuah tulisan bisa berlipat menjadi ribuan copy tanpa bisa diketahui tulisan mana yang asli.

Untuk membuktikan ini, coba masukkan beberapa kata dari potongan cerita “Istri idaman pakar IT” berikut ini ke dalam mesin pencari paling kondang sejagad

Yth. Customer Support :
Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga
lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya.

Jangan lupa tambahkan tanda double-quote buka dan tutup. Misalkan “Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0

Dalam hitungan waktu 0.78 detik ditemukan sebanyak 1.370 link dengan isi tulisan yang sama. Dahsyat! Sampai-sampai orang tidak tahu lagi siapa sebenarnya penulis cerita tersebut!

Apa komentar Anda?

Maksud hati ingin mencari berita tentang dampak kenaikan harga BBM terhadap peta politik tanah air. Tapi lihat saudara-saudara, yang saya dapatkan adalah iklan esek-esek di sebuah situs iklan baris milik sebuah perusahaan media besar di Surabaya!

Seperti pada model usaha yang lain, ternyata bisnis esek-esek juga memanfaatkan berbagai media untuk berpromosi. Biasanya mereka memanfaatkan iklan berbayar di koran-koran kriminal. Tapi mungkin kali ini ’sang ayam’ membidik segmen pasar yang berbeda.

Pengelola situs iklan tersebut harusnya tidak tinggal diam. Jangan biarkan medianya disalahgunakan. Harus ada batasan yang jelas iklan apa saja yang boleh tayang, dan iklan mana aja yang dilarang. Sanksinya juga harus tegas. Iklan yang tidak sesuai dengan ketentuan harus diturunkan!

Setuju?!

[UPDATE PUKUL 12.15]

Begitu melihat iklan mesum tadi saya langsung berkirim SMS ke radio yang masih satu grup dengan situs iklan tersebut. Namun hingga siang ini iklan tersebut masih nangkring di halaman depan. Meskipun tidak memberikan informasi apapun, namun iklan tersebut menurut saya cukup megganggu!

Jawa Pos secara khusus telah menurunkan laporan investigasi tentang Grey Chicken. Tidak tanggung-tanggung, laporan tersebut dimuat bersambung selama dua hari. Minggu dan Senin, 18 dan 19 Mei 2008 ini.

Bagi yang belum membaca, ini dia link-nya:

(Jawa Pos menurunkan lebih dari 5 tulisan, tapi baru 3 link itu yang ketemu)

Sekilas pemberitaan tersebut terkesan biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh ketika sebuah koran memberitakan masalah tertentu. Sebelumnya kasus ini sudah diangkat di banyak media, termasuk Jawa Pos sendiri.

Namun laporan dua hari tersebut terasa beda. Yang paling mencolok adalah penggunaan istilah Grey Chicken. Sebelumnya mungkin sudah ada media yang menggunakan istilah ini. Namun yang dilakukan Jawa Pos ternyata telah menimbulkan efek yang sangat dahsyat.

Istilah Grey Chicken menjadi sangat terkenal. Orang membicarakan Grey Chicken di mana-mana. Mulai dari yang sekedar mencibir, mengapa seorang gadis rela menjual tubuhnya demi mendapatkan kemewahan, sampai ada yang penasaran ingin ‘bermain’ dengan Grey Chicken.

Saya telah membuat penelitian kecil di mIRC. Dengan nickname cewek, begitu masuk ke beberapa channel di server DALnet, puluhan orang segera menyapa.  Ada yang pakai basa-basi, ada yang to the point. Menanyakan apakah saya Grey Chicken atau punya kenalan Grey Chicken. Begitu dijawab IYA, mereka langsung meminta nomer HP dan mengajak ML saat itu juga.

Untuk membuktikan hipotesis awal, saya selalu bertanya: “Kok tahu istilah Grey Chicken, sering pake ya?” dan semuanya kompak menjawab: “Lha kan kemarin dibahas di Jawa Pos!”. Ada lebih dari 30 orang yang menjawab demikian.

Tidak hanya di forum online. Di dunia nyata juga demikian. Topik hangat di berbagai tempat saat ini adalah tentang Grey Chicken. Banyak yang sekedar membahas, tapi banyak juga yang penasaran ingin ‘mencicipi’ Grey Chicken!

Yang kemudian menjadi kekhawatiran adalah semakin banyak remaja kita yang terjerumus menjadi Grey Chicken. Yang awalnya masih ragu-ragu menjadi yakin setelah membaca berita yang menyebutkan pendapatan seorang Grey Chicken bisa mencapai 30 juta per bulan. Juga melihat peluang yang besar karena setelah adanya berita tersebut makin banyak orang yang ‘berburu’ Grey Chicken.

Begitulah. Pemberitaan di sebuah media bisa memberikan efek yang kompleks. Salah satu efeknya adalah perubahan cara pandang dan perilaku pembacanya. Semoga kekhawatiran tersebut tidak terjadi!

—————–
Gambar: Ilustrasi Grey Chicken by Jawa Pos

« Newer Posts - Older Posts »