Safety Riding, Responsible Riding, Sayang anak?

Foto ini saya ambil ketika melintas di jalan A.Yani, ketika di Surabaya sedang gencar-gencarnya diadakan kampanye Responsible Riding yang merupakan kelanjutan dari program Safety Riding, yaitu kampanye tentang pentingnya perilaku berkendara aman dan selamat

Ibu ini mungkin menganggap menggendong anaknya yang sedang tidur (begitulah kebiasaan anak2 ketika dibonceng) di depan akan lebih aman. Ditambah dengan usaha extra mengikat anak tersebut dengan kain selendang ke tubuh ibunya. Lantas ibu ini menyetir dengan hanya 1 tangan. Tangan satunya lagidigunakan untuk menahan sang anak agar tidak jatuh

Aman?

Ditinjau dari ilmu K-3, perilaku ini termasuk “unsafe act”, atau perilaku yang tidak aman. Dan perilaku yang tidak aman ini merupakan pemicu terjadinya kecelakaan

Konsentrasi ibu pasti terpecah belah: mengemudikan kendaraan, menahan anaknya agar tidak jatuh, menahan beban anak yang duduk di paha ibu yang bisa menyebabkan kelelahan dan kesemutan bahkan kram!

Dalam keadaan demikian, kemampuan seseorang mengendalikan kendaraan pasti berkurang, dan ini sangat berbahaya!

Tapi ditinjau dari aspek sosial, tindakan ibu ini mungkin masih bisa dimaklumi. Siapa sih yang ingin menggendong anaknya sambil mengemudikan sepeda motor? Pasti lebih nyaman jika anaknya duduk di kursi sebelah, badannya diikat dengan safety belt, lantas ibunya menggenggam kemudi bundar!

“Ah.. kan gak harus begitu, kan bisa naik angkot atau bis kota?”

Sama saja, bahkan bisa lebih berbahaya! di dalamnya banyak perokok, pencopet, perampok, dan sejenisnya! Lebih tidak aman bagi, bukan saja bagi si anak, tapi sekaligus bagi ibunya!!!

Gimana menurut Anda?

***sttt… smoga gak ada yg berfikir: “lha kamu ngambil gambarnya kan sambil nyetir, apa gak kalah bahaya?” 😀

Advertisements

10 thoughts on “Safety Riding, Responsible Riding, Sayang anak?

  1. princes says:

    ini msh mendingan drpd dbonceng blkg, klo ngantuk bs lgs jatuh! tp apa bener di sby angkutan umumnya sdh sbegitu tdk aman?

  2. sUN^ says:

    waduh.. bahaya juga itu mah.. tapi gimana lagi.. tugas seorang ibu, menurut saya keselamatan no.1 kan nyawa ga bisa dibayar dengan apapun.. lebih baik selamat lah.. >__<

  3. yuki says:

    hehehe! habis pak, dulu pernah ada pendengar yang cerita, pas musim mudik Lebaran tuh, ada yang goncengan naik motor, anaknya ada yang ditaruh depan. Namanya mudik jelas nggak mungkin cuma Sby-Sda, pasti lebih jauh dari itu. Nah, gara-gara kepapar angin terus-terusan, kan terjadi penurunan suhu tubuh mendadak. Cuma saya lupa istilah medisnya, hipotermal kalo ndak salah sih. Pas sampe di kampung halaman, maunya seneng-seneng, jadi berduka cita, soalnya tu anak meninggal dengan kondisi tubuh udah membiru….ngeri…

  4. deteksi says:

    #yuki
    innalillahiwainnailaihiroji’un… jangan sampai menimpa yg lain, neraka!!!
    istilah medisnya: hipothermia, mas.. iku nek gak salah, nek salah berarti yo dudu iku 😀

    iki analisa nomenklatrunya (hipo:rendah/kekurangan, therm: suhu/panas, mia:darah, digabung dadi HIPOTHERMIA) ayo bu dokter, pak dokter, kalo salah betulin saya ya…

  5. nico kurnianto says:

    wah kayaknya sich yang gak menaati safety riding itu mas deteksi dheh…he8x
    bagaimana tidak , lagi nyetir kok malah sempat ngambil gambar!?
    untung jalanan lenggang…dan gak ada polisi yang ngerti!

    peace ahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s