Categories
CERITA

Talkshow @ Radio Suara Surabaya

talkshow.gif
ka-ki: jimmy, arul, siwi, aku

Selasa 27/11/2007 pukul 21:00-22:00 aku talkshow di Suara Surabaya pada program Perspektif Orang Muda. Tema yang diangkat adalah peran generasi muda dalam pelestarian budaya. Sebuah tema yang menurutku cukup berat mengingat selama ini aku sebatas sebagai penikmat budaya, bukan pelaku. Selain aku, yang hadir di talkshow itu ada Siwi, Arul. Kami bertiga mewakili diri sendiri sebagai orang muda sekaligus membawa nama Tugupahlawan.Com. Satu lagi, ada Jimmy dari Wisata Surabaya

Karena jarak ke SS lumayan jauh, maka tepat pukul 20:00 kami bertiga, aku, Siwi dan Arul, berangkat dari ITS. Sampai di SS pukul 20:45. Kami disambut oleh Laga Rahman,
seorang penyiar baru SS, dan juga Restu Indah, penyiar cewek yang suaranya paling sexy se-SS 🙂 Sekitar 10 menit kemudian Si Jimmy datang dan langsung bergabung dengan kami di ruang tamu lantai 1,5 yang berada tepat di sebelah studio on-air

Pukul 21:00 kami masuk ke studio. Di sana kami baru tahu ternyata penyiarnya Mustika, bukan Yuki. Mustika ini adalah penyiar SS yang punya karakter suka ‘ndedhes’ alias mengejar dari ujung hingga pangkal terhadap setiap jawaban yang kita berikan. “Mampus!”, begitu pikirku! 🙂

Yang sedikit melegakan aku adalah ketika opening, Mustika ini sudah salah putar bumper talkshow. Kelihatan dia sempat panik. Langsung putar jingle SS, kemudian putar materi yang harusnya dia putar sebagai pembuka talkshow kali ini. Wehehehe… Nervousku sedikit berkurang.. Penyiarnya yang tiap hari ada di sana aja masih nervous, jadi wajar dong kalo aku juga nervous.. Siwi yang duduk di sebelah kiriku malah dari tadi kuperhatikan menghela nafas panjaaaanggg… berkali-kali.. aku yakin dia sedang memraktekkan jurus Pramuka untuk mengusir rasa grogi..

Dari total durasi selama 60 menit yang disediakan untuk talkshow, paling kami ngomongnya hanya 30 menit. Dibagi dengan 4 nara sumber, jadi rata-rata kebagian ngomong 7,5 menit!!! Sisa yang 30 menit lagi habis buat putar jingle iklan, narasi dan pertanyaan dari penyiar, juga adlibs

Secara umum talkshow ini membahas masalah kepedulian generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya. Kasus yang diangkat adalah pencaplokan seni budaya kita oleh
malingsia, seperti lagu Rasa Sayange dan Reog Ponorogo.

Intinya kami semua sakit hati dengan tindakan malingsia. tapi tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka karena pada hakikatnya budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa
manusia sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosialnya. Budaya juga terus mengalami trasformasi dari bentuk aslinya, berakulturasi dengan budaya lain menjadi
sebuah budaya baru. Kita harusnya bangga bahwa budaya kita diminati bangsa lain, dengan catatan identitas budaya kita tetap dicantumkan, bukan malah diakui sebagai budaya asli mereka!. Kasus pencaplokan budaya Indonesia oleh malingsia menunjukkan bahwa mereka sedang mengalami krisis identitas dan krisis budaya

Peran generasi muda dalam melestarikan budaya dimulai dari diri sendiri. Kenali, Cintai, Bangga, Peduli, Tularkan!. Generasi muda memegang amanah sebagai penerus budaya.
Kalau generasi muda saat ini sudah tidak peduli dengan budaya, lalu bagaimana dengan generasi setelah kita, anak dan cucu kita?

Sementara itu, telepon dan SMS yang masuk hampir semua merasa sakit hati dengan pencaplokan budaya oleh negara tetangga. Tapi semua harus dikembalikan pada diri sendiri. Mengapa semua itu bisa terjadi? Harus ada sinergi antar-seluruh elemen bangsa. Pemerintah dan masyarakat harus bersatu, lestarikan budaya bangsa!

Talkshow diakhiri tepat pukul 22:00. Sebelum keluar ruangan studio, seperti biasa, kami sempatkan berfoto dibantu Restu Indah. Obrolan dilanjutkan off-air di luar studio. Siwi dan Arul sempat masuk ke ruang gate-keeper melihat-lihat kesibukan di sana. Aku dan Jimmy ngobrol dengan Mustika dan Restu Indah. Obrolan berlanjut hingga pukul 23:00. “Pulang yukkk!”, begitu ajakku. Setelah berpamitan kepada Romi, Laga, Mustika dan Restu Indah, kami turun ke lantai 1. Foto-foto di front-office. Keluar, ngobrol lagi di depan gedung SS sambil menemani Jimmy dijemput Bapaknya

Pukul 23:20 kami pulang lewat atas. Mau lewat bawah ke arah Padmosusastro takut, turunannya curam banget! SS memang terletak di atas bukit, di Wonokitri Besar 40.
Pukul 23:45 aku nyampe rumah. Ganti baju, wudhlu, sholat, makan, nulis ini…

Ket Foto:
Maaf agak gelap, pake hp lawas sih, lupa bawa digicam :((

By deteksi

Happy WordPress user, located in Surabaya, Indonesia

16 replies on “Talkshow @ Radio Suara Surabaya”

weleh, detil banget yaa…hehehe!! sampek ndedhes ndedhesnya juga ditulis. gpp, itu namanya kepedulian generasi muda sama budayanya. dan lagi, itung-itung makin memoncerkan TPC ya to? hehehe!!

Bangsa yang BESAR adalah Bangsa yang menghargai jasa para PAHLAWANNYA

bangsa yang BAIK adalah bangsa yang menghargai BUDAYANYA

Apakah Bangsa Indoensia jadi salah satu diantara keduanya??? 😥
Thx 4 the Post

@yuki
aku kan selalu jujur dan apa adanya, kecuali utk hal2 tertentu, hehehe…
@heru
siippp…
@anas
apane sing sip, pak?
@cempluk
thanks pluk..
@angki
tanyakan pada rumput yang bergoyang aja ya? hehehe…
@edipsw
pak guru, di kelas bisa tularkan ke murid2 supaya cinta budaya sendiri nggih…
@chiw
wekekeke… sing penting sampe acara selesai gak pingsan kan? aman berarti!!!
@nude
may be yes.. may be no.. 🙂
salam kenal nude..

[…] Talkshow @ Radio Suara Surabaya 4. On air di Sonora FM On air tetap sama membicarakan tentang komunitas blog di surabaya. yang hadir cempluk, chiw, arul, dion, dan anang. Lagi foto bersama penyiar Sonora FM (courtesy of tugupahlawan.com) Foto bersama di depan Sonora FM (courtesy of tugupahlawan.com) link terkait : […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s