Categories
OPINI

Pekan Kondom Nasional???

Baca tulisan di blognya ITIKKECIL yang terinspirasi dari tulisan di website komunitas AIDS ini, dan juga blog fertob ini, jadi ketawa geli! Ahahaha… ada-ada aja, Pekan Kondom Nasional!!! Kurang kerjaan ajah! Bukannya gak simpatik dengan penderita AIDS atau orang yang memiliki resiko tinggi tertular dan atau menularkan AIDS, cuman menurutku hal ini terlalu mengada-ada.

Secara implisit program ini menganggap bahwa perilaku seks orang Indonesia ini sudah kebablasan semua, jadi perlu diberi kondom semua sebagai pengaman biar gak ketularan AIDS. Padahal menurut banyak sumber (silakan googling sendiri kalo gak percaya), ukuran poro-pori kondom ini jauh lebih besar daripada ukuran virus penyebar AIDS atau yang dikenal dengan HIV itu.. jadi meski sudah pakai kondom, tetep aja virus bisa menerobos kondom dan berpindah tempat..

Saya tidak sepenuhnya menolak penggunaan kondom, tapi gak harus dengan cara kampanye besar-besaran seperti ini karena bisa terjadi bias! Mereka yang gak tahu jadi tahu, dan kemudian coba-coba melakukan hubungan seks di luar nikah karena merasa sudah aman kalo sudah pake kondom. Hal hamil, hak kena AIDS! Ini yang bahaya!!!

Lagian, pakai kondom juga belum tentu mencegah terjadinya kontak antar manusia yang sedang melakukan hubungan seks. Pakai kondom? Iya! Tapi apa iya tidak ciuman bibir selama aktifitas esek-sek itu berlangsung? Tidak njamin! Tapi apa iya tidak ada cairan vagina yang meluber dan kemudian kontak dengan penis atau sebaliknya? Padahal air liur, sperma dan cairan vagina merupakan salah satu vektor penyebaran HIV!

Mengutip komentar DEE di tulisan fertob part 2:

Seandainya saya melakukan hubungan seks di luar pernikahan, dan tanpa menggunakan kondom, kemudian saya terjangkit HIV/AIDS, kira-kira kalimat penyesalan apa yang lebih tepat untuk saya katakan?
– Saya menyesal telah berperilaku seksual yang nggak bener, atau
– Saya menyesal mengapa saat itu saya tidak memakai kondom???

Mana kondomnya warna-warni kayak bendera Indonesia pula! Apa-apaan ini? Kalo mau selamat dari AIDS, bukan pake kondom ini solusinya, tapi LAKUKAN HUBUNGAN SEKS HANYA DENGAN PASANGAN SAH dan TETAPLAH PADA JALUR YANG BENAR! Agama kita sudah mengatur semuanya kan? Seperti yang ditulis Mas Gempur ini..

Kalo dengan kampanye besar-besaran seperti ini kan yang untung pabrik kondom-nya!!!
(silakan cek, apa mereka membagi-bagikan kondom tanpa merk ataukah kondom branded yang tentu meneguk manfaat promosi melalui event ini)

Gimana menurutmu?

By deteksi

Happy WordPress user, located in Surabaya, Indonesia

34 replies on “Pekan Kondom Nasional???”

kalo aku sih, setuju aja sama kampanye kondom…
setidaknya itu mengurangi resiko penularan …
bukankah kondom itu kontrasepsi terbaik ya?

tapi lakukan hubungan seks
HANYA dengan pasangan sah dan tetaplah pada jalur
yang benar! Agama kita sudah mengatur semuanya kan?

gak susah kok ngomong kayak gini…

😉

penerapannya? manaaa???

oh iya, lupa…
hubungan seks dengan pasangan sah bukan berarti tidak beresiko loh… ingat itu… 😉

so… ABC…
semuanya satu kesatuan, jangan disendiri sendirikan.

kampanye kondom bisa jadi kampanye ‘boleh berzina’. artinya pemerintah me-legalkan perzinahan!!!! mau jadi apa manusianya kalo kampanye kondom pun di dukung terlebih di danai untuk hal ga masuk akal sehat kayak gini

@Mrs.49
penerapannya ya pada diri sendiri lah, masa kita kampanye kalo kita hanya ngeseks ma istri/suami kita? ini masalah hati, iman dan takwa!

kampanye kondom itu implikasi negatifnya banyak yang berfikiran yang penting sudah pake kondom, aman! lantas dia mengumbar syahwatnya kepada siapa aja yang ditemuinya! ini sama saja dengan mendegradasi moral!

hubungan seks HANYA dengan pasangan sah (suami/istri) PASTI tidak beresiko! perhatikan kata “HANYA”.

Jangan lihat kondom itu secara separuh-separuh. Bagaimana dengan orang yang tertular dari jarum suntik atau dokter gigi atau pisau cukur.
Bisa saja karena ia merasa cuma berhubungan seks dengan suami/istrinya saja ia merasa aman. Padahal ia juga secara tidak sengaja sudah menularkan ke istrinya.
Jadi please, jangan cuma lihat dari sisi moralnya saja.
Lihat juga fakta HIV itu menularnya lewat apa saja.

kalo ga salah sih urutan pertama penularan HIV-AIDS bukan karena sex/kondom, tp karena jarum suntik/narkoba. Lagian, aq cuman sekali pake kondom waktu ML, selebihnya ga pake tuh, enakan ga pake kondom koq, hehehe… 😀

kalau HIV/AIDS sudah punya obat, itu jadi nggak masalah.

jadi kita ngomong apa sama mereka yg beresiko terkena HIV/AIDS melalui hubungan seks ?

“hey, itu kan salah loe sendiri. tanggung aja sendiri akibatnya”.

dan saya yakin HIV/AIDS akan menjadi hantu di depan mata kita.

kondom bukan solusi yang ideal, tapi kondom punya pertimbangan moral dan juga realistis.

*kecuali nyawa manusia tidak ada harganya lagi* 🙂

#arul
siap, bro! buat apa kampanye kondom, yang perlu dibenerin tuh moral mereka!

#anang
sepakat thok!!!

#itikkecil
saya rasa judulnya jelas: KONDOM!

#lunjap
oke bro, kata sebagian besar orang pake kondom emang mengurangi kenikmatan, tapi semoga lo nglauin itu sama pasangan sah lo aja bro!

#phyrrho
sekali lagi, dalam hal AIDS ini, ukuran pori kondom jauh lebih besar dari ukuran HIV, jadi bisa ditembus!!! bukankan mereka sendiri yang tidak menghargai nyawa mereka dengan mengumbar seks bebas?

AYO KITA HINDARI SEKS BEBAS & DRUGS, DENGAN BEGITU KEMUNGKINAN TERKENA AIDS LEBIH KECIL

hubungan seks HANYA dengan pasangan sah (suami/istri) PASTI tidak beresiko! perhatikan kata “HANYA”.

yakin pasti tidak berisiko?
saya kenal dengan banyak istri-istri yang tertular dari suaminya yang pengguna narkoba suntik. Mereka tertular hanya karena mereka yakin kalau mereka hanya berhubungan dengan pasangan yang sah jadi tidak mungkin kena AIDS. Jadi jangan cuma lihat kata KONDOM nya itu.

@ itikkecil: sepertinya benar deteksi bilang, seolah-olah 200 juta orang Indonesia butuh kondom, kok sudah benar2 gawat darurat ya?!

Kondom, biarkan di apotek2, khusus mereka yang sudah berkeluarga, baik utnuk keamanan AIDS dan kontrasepsi

Kondom, kampanyekan saja di kalangan terbatas, di kalangan yang sudah siap dengan resiko AIDS

Kondom, tak perlu dipekankan, tindakan konyol bangsa ini yang sudah paranoid melihat AIDS

Pabrik-pabrik kondom memproduksi kondom sebenarnya bertujuan untuk mengurangi penyebebaran HIV, tapi beberapa oknum menyalahgunakan fungsinya.

Mereka menggunakan kondom cuma untuk mencegah kehamilan dalam hubungan sex di luar nikah.

*mikir”
Benar-benar repot.

soal efektivitas kondom, silakan lihat tulisan ini. bloger tersebut berlatar belakang dokter.

argument bahwa kondom tidak efektif punya counter-argument. efektivitasnya tidak 100%, kegagalannya juga tidak 100%. Dan gimana nanti kalau ada produk kondom yg ternyata pori-porinya lebih kecil ukurannya dari ukuran virus HIV/AIDS ? Otomatis argumen kondom berpori itu akan gugur. 🙂

@ Pak Gempur :

Oh pak, sangat tipis perbedaan antara “orang yang menolak kondom sbg salah satu alternatif solusi HIV/AIDS” dengan “orang yang menolak pekan/kampanye kondom”.

Kalau yg pertama, masalahnya langsung dikaitkan dgn moralitas dan pelegalan free-sex (dan juga alasan ekonomi/menguntungkan pabrik kondom).

Kalau yang kedua, lebih hanya pada cara-cara kampanye kondom yang kurang simpatik dan tidak tepat sasaran.

Dan seringkali argumentasinya campur aduk dan tidak nyambung sama sekali. Jadi sebenarnya yg dipermasalahkan itu kondom-nya atau cara mempromosikan kondom ? 🙂

sebenarnya tulisan ini menolak pekan kondom nasional atau menolak kondom sebagai alternatif solusi HIV/AIDS ?

kalau soal kampanye/pekan kondom, bisa saja persepsi orang thd kepantasan dan kelayakan kampanye itu berbeda-beda. Dan saya juga menyetujuinya.

Tapi kalau soal kondom-nya sendiri sbg salah satu solusi HIV/AIDS, maka itu mengabaikan pertimbangan moral atas nyawa manusia. Seakan-akan dgn kampanye no free-sex maka masalah HIV/AIDS bisa selesai. Kita tidak bisa mengontrol perilaku semua orang tp nyawa orang lain jg menjadi kepedulian kita. Kondom bukan solusi yg ideal, tapi kondom punya pertimbangan moral dan realistis.

kecuali nyawa manusia nggak ada harganya lagi. 😐

sad…

@gempur
kalau bapak baca lagi. Saya hanya tidak setuju dengan statement kalau satu-satunya cara efektif untuk mencegah penularan HIV itu dengan hanya berhubungan seks dengan pasangan tetap. Di Indonesia pun, kampanye kondom sebenarnya lebih ditujukan ke kalangan berisiko. Kebetulan saya juga bekerja di bidang penanggulangan HIV/AIDS. Jadi saya tahu persis, kalau targetnya ke masyarakat umum apalagi remaja umum yang lebih ditekankan adalah aspek abstinensia (pantang berhubungan seks) dan setia dengan satu pasangan.

penerapannya ya pada diri sendiri lah, masa kita kampanye kalo kita hanya ngeseks ma istri/suami kita? ini masalah hati, iman dan takwa!

ah,semoga saja ini bisa efektif jika dikampanyekan di luar sana… 🙄

kampanye kondom itu implikasi negatifnya banyak yang berfikiran yang penting sudah pake kondom, aman! lantas dia mengumbar syahwatnya kepada siapa aja yang ditemuinya! ini sama saja dengan mendegradasi moral!
ini menolak kondom apa menolak kampanye kondomnya sih? tolong dijelaskan, Cing! :mrgreen: Bahasamu juga kacau tuh…ambigu gituh…dan menurutku, agak hiperbolis… 😕

hubungan seks HANYA dengan pasangan sah (suami/istri) PASTI tidak beresiko! perhatikan kata “HANYA”.

dan saya tekankan sekali lagi, hubungan seks HANYA dengan pasangan SAH adalah BELUM tentu aman. silakan cari di literatur untuk lebih jauhnya
😉

ehm… nambahi… bagaimana seandainya istri anda ternyata pengidap AIDS hasil dari turunan orang tuanya?
apa yang akan anda lakukan?

# Om Fertob Phyrro

Tapi kalau soal kondom-nya sendiri sbg salah satu solusi HIV/AIDS, maka itu mengabaikan pertimbangan moral atas nyawa manusia. Seakan-akan dgn kampanye no free-sex maka masalah HIV/AIDS bisa selesai. Kita tidak bisa mengontrol perilaku semua orang tp nyawa orang lain jg menjadi kepedulian kita. Kondom bukan solusi yg ideal, tapi kondom punya pertimbangan moral dan realistis.

wew…i’d love the last sentence. Betul! kondom memang bukan solusi yang ideal, tapi kondom punya pertimbangan moral dan realistis….

gak salah kalo Om Fertob Phyrro menang jadi blogger terbijak versi CRASHED…
:mrgreen:

rame, rame
seru, seru
ricuh, ricuh
at least postingan lu satu ini banyak mengundang komen, keren, keren..
soal kampanye kondom, hub sah, pertimbangan moral, blablabla, yg gw peduli cm satu, msi inget dosa, msi inget kata mbok darmi, “you get what you deserve”. tapi ga selalu, wallahu alam bisshowab, qta cm bs berusaha yg terbaik buat hidup masing2.

gak rame ah cit..

ternyata memang selalu sama kalo berfikir dengan ‘hanya’ akal yang dikedepankan, tapi ‘moral’ gak didahulukan kemudian akal digunakan.

baca:
moral = etiquette hakiki dengan bersumber kepada ajaran agama

gak semua orang itu benar dalam berperilaku di kehidupan, tidak terkecuali saya, tapi percaya deh, kalo terus-terusan diingetkan tentang kembali kepada agama (dan bukan produk/etiquette barat/materialis yang kemudian menghasilkan semua bencana dan penyakit termasuk kondom) dan diingetkan dengan “kesungguhan untuk berusaha yang terbaik” kepada agamanya… itu adalah obat yang lebih baik daripada kampanye kondom.

saya juga tau sih, orang banyak yang lebih suka dengerin praktisi psikolog di hotel berbintang daripada mengaji di masjid atau berguru agama kepada ilmunya..

kembalikan saja kepada hati nuraninya.. mau ngikutin yang mana. toh saya yakin, teman-teman yang mengingatkan untuk kembali kepada agamanya juga gak pernah surut koq. Alhamdulillah, Amin.

Justru aq malah gak setuju pake kondom, mending kita berhubungan pake jalur yang benar dan sah menurut agama dan ganti-ganti pasangan.

Ohiya, tadi sore saat aq liat berita di tivi. ternyata ada perusahaan indonesia yang mengimport kondom bekas. dan barang tersebut masuk secara ilegal. Mungkin kondom tersebut sudah terinfeksi penyakit atau apa.. Pokoke suker delok kondom bekas.. Hick..

Sekali kali maen ke lokalisasi pak / bu. Nah yang di lokalisasi itu apa di biarin aja ke jangkit AIDS, sementara dakwah anda belon menembus mereka?

Ah, tapi kan AIDS merupakan hukuman dari Tuhan, ya jadi di biarin ajalah. 😆

@andre maulana
sepakattt…

@anas
setujuuuu…

@danalingga
ya seharusnya kampanyenya ke lingkungan yang rawan seperti itu saja, tidak perlu kampanye terbuka karena akan menimbulkan bias!

Cuma mau klarifikasi dari komentar anda di blog ini :

*tertawa lihat siwi mengundang fertob ke sini*
komentar fertob ini di mana-mana selalu sama, mungkin demi alasan logis empiris, dia sudah menyiapkan komentar standar, jadi tiap kali ada postingan kondom, tinggal kopi-paste! wekekekeke…

Apa maksud dari komentar itu ?
Apa anda bermaksud meng-adhominem saya ?
Atau anda menghina kehadiran dan komentar saya di blog orang lain ?

Saya tunggu klarifikasinya. Semoga tidak dimoderasi dan dihapus.

Terima kasih.

Yang mendukung kampanye kondom mungkin memang biasa menggunakannya u/ mencegah agar tidak terkena aids (katanya), meskipun blm terbukti dan justru byk yg menyangkal.

Menkes kita ino si mboi .. doyan bgt kondom ya? Waktu awal jabat juga kampanye kondom, skrg lagi … ada apa gerangan?

menurut saya sih,, memang benar KOndom salah satu cara mncegah HIV/AIDS,, TAPI bukan SATU_SATU nya jalan atau cara yang dilakukan ,,apalagi dg Kampanye segala…,,, itu malahan akan mmberi dampak negatif, dg bebas memakai kondom, maka akan bnyak juga korbannya,,,,. jangan Mau TERProvokasi NEGAra Barat,,,,

menurut penelitian yg dah dilakukan,ternyata pori2 kondom lebih besar dari pada virus HIV/Aids itu sendiri.jadi….smua nya cuma pembodohan semata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s