Toxoplasmosis

Disclaimer: Ini hanyalah ringkasan kecil tentang toxoplasmosis. Jika ingin tahu lebih banyak, bertanyalah kepada Google Yangmahatahu. Ribuan link ke artikel tentang toxoplasmosis akan tersaji secepat kilat ke hadapan Anda.

Sayurku, hadapilah tembokmu!!! Zappp!!! [Hole in the Wall mode ON]

Namanya memang keren, Toxoplasma Gondii, tapi parasit bersel tunggal ini ternyata sangat berbahaya. Jika terinfeksi toxo ini, janin dalam kandungan bisa mengalami keguguran. Bayi yang terlanjur lahir bisa menderita berbagai penyakit yang berujung kematian. Tapi jangan salah, ternyata toxo juga bisa menginfeksi laki-laki!!!

Bagaimana toxoplasma masuk ke tubuh manusia? Untuk mengetahui hal tersebut, silakan lihat gambar rute perjalanan toxoplasma gondii berikut ini…

Kucing yang sakit akibat terinfeksi toxoplasmosis akan mengeluarkan berjuta-juta oocysts atau telur toxoplasma melalui kotorannya. Oocysts ini kemudian berpindah ke rumput, batu, tanah dan tempat lainnya. Oocysts ini bisa bertahan hidup hingga 1,5 tahun di dalam tanah.

Selanjutnya oocysts yang menempel di berbagai media tadi bisa masuk ke dalam tubuh manusia, sapi, babi, kambing, unggas, tikus, bahkan ikan!

Tikus kemudian menyebarkan ookista ini ke kucing yang memakannya. Daging sapi, babi, kambing, unggas dan ikan yang dimasak kurang sempurna (setengah matang) juga bisa menjadi perantara masuknya oocysts ke dalam tubuh manusia.

Oocysts yang masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan selain kucing akan berubah bentuk menjadi kista yang akan mampu merusak jaringan tubuh manusia atau menular ke janin melalui placenta

Berikut ini data persebaran toxoplasma di berbagai kota di Indonesia

No

Tempat

Frekuensi

Peneliti

tahun

1

Kalimantan barat

3 %

Cross

1976

2

Sulawesi tenggara

8 %

Clark

1973

3

Sulawesi utara

8 %

4

Sumatera utara

9 %

Cross

1975

5

Surabaya

9 %

Yamamoto

1970

6

Jawa tengah

10 %

Cross

1975

7

Jawa barat

20 %

1973

8

Kalimantan selatan

31 %

9

Ujung pandang

60 %

Rasiyanto

1976

Upaya pencegahan:

  1. Hindari kontak dengan kotoran kucing atau tanah yang potensial tercemar oocysts
  2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan kucing
  3. Selalu buang kotoran kucing ke tempat yang aman dan ganti pasirnya dengan yang baru
  4. Jangan biarkan kucing berkeliaran, memakan tikus atau kencan dengan kucing liar karena bisa tertular toxo
  5. Pakailah APD (alat pelindung diri) berupa sarung tangan dan masker ketika melalukan kontak dengan kucing liar :p
  6. Makanlah makanan yang sudah dimasak dengan sempurna. Untuk buah dan sayur, cuci bersih sebelum dimakan

Untuk ibu hamil:

  1. Hindari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang
  2. Sebelum hamil lakukan test TORCH (Toxoplasma, Rubella virus, Citomegalo virus, Herpes virus)
  3. Hindari kontak dengan box kotoran kucing dan media lain yang sudah tercemar oocysts
  4. Hindari kontak atau berdekatan dengan kucing yang kelihatan sakit
  5. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan
  6. Selalu periksakan kehamilan

Bagi yang punya kucing, tidak perlu kuatir. Rawatlah kucing Anda dengan baik. Pastikan dia mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi agar tidak berkeliaran berburu tikus. Mandikan secara rutin. Bersihkan kandangnya. Dan semua akan baik-baik saja…

Salam kucing,

Miiiiiaaawww……………

———————-
Gambar diambil dari Wikimedia
Tabel dicomot dari Kucingkita

Advertisements

43 thoughts on “Toxoplasmosis

  1. tu2t says:

    wah… ternyata det juga peduli akan virus yang satu inih 😛 pecinta kucing yah mas??

    btw… virus toxo inih setahu saya dibawa ama kecoa, tikus dan burung.. dan kucing hanyalah carrier.. betul gk??

  2. deteksi says:

    @pram: emangnya batu kok keras? hekekeke…

    @tu2t: iyap, pecinta kucing tut.. tapi toxo itu bukan virus lho, tapi protozoa parasit

    @arul: pelihara kucing gak papa rul, asal dirawat dengan baik, jangan boleh berkeliaran dan makan sembarangan, apalagi ML sama kucing liar.. :))

  3. deteksi says:

    @quelopi: razia gimana maksudnya nie? minta kelon? huakakakaka…

    @kakanda: komen yang bagus 😉

    @realylife: monggo… wa’alaikum salam… bukan rumah baru mas, alamatnya aja yang baru :))

    @maxbreaker: lha ngetrennya kan duluan ini daripada fluburung? hayah.. penyakit kok pake trend2 segala :))

  4. ndop says:

    welehweleh similikithi..
    iki postingane kok ditujukan untuk yg posting sendiri toh?
    sama aja dg menyuruh diri sendiri.. hehe..

  5. aRuL says:

    apalagi ML sama kucing liar.. :))

    wakakakakakak

    hahaha btw mengetahui kucing itu perawan apa ngak gimana caranya boz? wakakakakak 😆

  6. Febra says:

    wah thx atas infonya bo 😎

    btw, susah euy nyuruh kucing ga berkeliaran kecuali dirantai kayak anjing, hehehe 😀

  7. deteksi says:

    @ndop: iya ndop, ini memang artikel request dari seseorang kok.. tapi kan boleh aja dibaca siapa aja buat pengetahuan…

    @arul: pecinta kucing pasti bisa mendeteksi itu rul… hekekeke…

    @febra: kalo kucing itu mendapatkan perhatian [terutama makanan dan elusan] dari pemiliknya, biasanya akan betah di rumah kok bro..

  8. dewi says:

    waktu kecil dulu punya kucing yang patuuuuh banget…
    klo kita sekeluarga puasa (pas ramadan), si meong jg ikut puasa.. dikasih makan, gak bakal disentuh.

    makanya, pas tau dia sudah menghadap Yang Kuasa karena emang udah tua, akyu nangiiiiiis seharian 😦
    sampe skrg ga pernah melihara kucing lagi…
    tapi kalo dikasih kucing kek foto Det, g bakal nolak dech 🙂

  9. kktian says:

    Jangan biarkan kucing berkeliaran, memakan tikus

    bukkannya itu sudah kodrat kucing untuk memakan tikus, aku aja juga melihara kucing ya untuk membasmi tikus-tikus. begitu juga orang2 di kampung juga gitu!

  10. deteksi says:

    @nne: lha anjing juga bisa jadi perantara lho.. malah ada bahaya yang lain selain sifatnya sebagai binatang buas, anjing berpotensi menularkan rabies.. tapi pada dasarnya hewan peliharaan yang dirawat dengan baik memiliki resiko yang lebih kecil dibanding yang liar..

    @dewi: sama persis dengan kucingku pas aku masih kecil, dia nurut banget, jam makannya sama dengan jam makanku dan keluargaku 🙂 pas puasa dia juga ikutan puasa..

    @kktian: hehe.. bener juga ya, kucing pada dasarnya suka tikus, hanya saja ketika sudah menjadi pet atau peliharaan, sifat buas memakan tikus ini akan tenggelam.. paling kalo ketemu tikus, senyum doang 😉

  11. anggaara says:

    wahhh jadi takut buat pelihara kucing, padahal suka banget pelihara tuh hewan atu. Kan lucu!!!!!
    Ternyata yang lucu bisa bikin kaku.

  12. deteksi says:

    @anggara: gak perlu takut pelihara kucing asal bisa merawat dg baik aman2 aja kok..

    @risdania: pake tes TORCH itu lho yur.. ke lab klinik

  13. deteksi says:

    @risdania: knp mesti tes harian? cukup lakukan tindakan preventif, jaga kebersihan diri & hewan peliharaan..

    @yunan: huakakakak.. saya ndak takut, wong kucing garongnya dah bikin pengakuan itu! :p

  14. eka says:

    zoonosis….
    jadi siapa yang harus bertanggung jawab untuk toxoplasmosis?dokter manusiakah atau dokter hewan?

  15. deteksi says:

    @eka: wah ini ada dokter hewan mampir ke sini.. 😉 menurut saya pribadi, ketika toxo menyerang manusia ya urusan dokter manusia.. kalo toxo ngendon di binatang, ya urusan dokter hewan untuk mencegah atau memberantasnya.. vaksin!!! sayangnya masih mahal ya.. 😦

  16. ulan says:

    tapi i lop kucing so mat.. gimana donk.. ini juga naluri alam, enggak mungkin bisa di hindari mas.. gimana donk..

  17. cK says:

    kucing saya sih rutin divaksin. jadi saya merasa aman-aman aja. lagian ada tempat khusus pup buat mereka. cuman si kucing jantan hobby tebar sperma ke kucing-kucing betina liar soalnya si istri udah disteril, jadi ga ada nafsu untuk berhubungan lagi. duh!

  18. kucingkeren says:

    makanya si kucing harus mandi , minimal seminggu sekali pake shampo yg ada obatnya… biar bersih..biar aman kalau dipeluk-peluk… hehehe…salam dari AMmar Jr 🙂

  19. deteksi says:

    @ulan: iyes, sama, i lop kucing to mat juga!!! 😉

    @hawee: ini penyekit malas baca isi posting tapi langsung komen :))

    @sarah: tuh kan… kucing kalo dirawat dengan benar aman2 aja kok sar.. *lempar kucing ke sarah*

    @bayoe: kalo dia gan gandi, bukan gondii. huakakakaka…

    @ina: gak takuuuuttttttttttttttttt…………… ya kan chik.. ;P

    @mbelgedez: ya jelas dong cak, kucingku makan whiskas sama minum susu formula kok :p

    @hanggadamai: huekekekeke… aman!

    @cK: wah kasihan tuh chik di-steril, melanggar hak asasi hewan tuh.. kucing kan juga butuh ML.. 😉 nah kalo si cowok suka tebar sperma ke kucing2 liar tuh yang bahaya…

    @edipsw: iya gawat pak, makanya perlu ada upaya pencegahan

    @kucingkeren: betul sekali itu.. kucing dimandiin juga dong..

  20. gempur says:

    postingan informatif sekaligus provokatif dan cenderung teroris.. meneror saya dengan takut-takut yang tak ketulungan.. bukti bahwa banyak yang salah dari diri manusia…

  21. deteksi says:

    @gempur: walah, bagian mana pak yang bikin sampeyan takut ndak ketulungan?!

    apa perlu saya bawakan penjinak bom? kwekekekeke…

  22. Shei says:

    Hiyaaa!!
    Kucingku gimana niiih!
    Masa kena (Apa lah namanya)Osis KAsian la’an
    Yang kasian ya saia maksudnya…
    Huhuhu..
    Diva, Koko, Upik, Polka!, Mboot! Semoga kalian ndak begitu naaak!!

    Mringis,
    Shei

  23. kusdiyono says:

    Tulisan yang bermanfaat, istri saya dulu pernah kena, akibatnya keguguran sampai 2 kali (dikiret lagi=janin yang ada di rahim dikerok, kayak ngerok kelapa..bayangin sakitnya???). Tulisannya kalo kuundah and kutaruh di blogku boleh gak ??

  24. deteksi says:

    @ulan: ayukkkkkkkkkkkkkkkk kamu ketuanya, aku kucingnya 😉

    @shei: aman kok ning kalo dirawat dengan baik..

    @kusdiyono: wah pasti sakit banget tuh pak.. semoga setelah membaca ini yang lain jadi lebih waspada..

    kalo mau diunduh silakan saja.. [lebih baik dikasih link ke sini]. ini hasil merangkum dari berbagai sumber berbahasa inggris di internet..

  25. bugie says:

    info sharing ajah …
    Seseorang ibu hamil yang terkena toxo, pada saat di USG maka akan kelihatan terinfeksi atau ngga. gitu katanya dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s