Bengkel kemaruk

Kejadian seperti ini saya yakin pernah dialami oleh banyak orang. Kendaraan yang tadinya hanya mau diservis rutin, malah divonis rusak ini dan itunya. Celakanya lagi ketika kita tidak menunggui, maka bengkel akan mengganti sesuka hati sparepart yang sebenarnya masih bagus. Tentu saja anggaran akan membengkak.

Simak apa yang baru saja saya alami. Alkisah, motor saya sudah waktunya diservis berkala. Karena cuaca Surabaya siang ini sangat panas, maka saya malas keluar ke AHASS. Segera saya antarkan motor ke bengkel terdekat, lalu saya tinggal. Mekanik perpesan supaya saya mengambil motor 2 jam lagi. Ok. Saya pun pulang dan kembali melanjutkan pekerjan.

2 jam kemudian saya kembali ke bengkel tadi. Begitu sampai, si mekanik langsung bilang bahwa kick starter motor saya rusak. Tidak mau kembali setelah mesin bunyi. Saya pun kaget karena sebelumnya tidak apa-apa. Lalu saya minta penjelasan kepada mekanik tersebut apa yang sebenarnya terjadi.

Bos bengkel yang mendengar keributan segera keluar dan menemui saya. Dengan sok tahunya dia menjelaskan dengan nada tinggi, bahwa material kick starter tesebut memang sudah sampai pada saatnya untuk rusak. Dengan demikian pihak bengkel tidak bersalah. Saya harus mengganti sendiri. Sparepartnya sekitar 120 ribu rupiah. Belum termasuk ongkos kerja dan packing mesin. Pengerjaannyapun tidak bisa saat itu juga. Harus menunggu besok. Kira-kira sore jam 3 baru selesai!

Haduh. Lagaknya itu bikin saya tambah emosi. Saya naikkan sedikit suara saya. Kemudian memberi ceramah balik kepada bos bengkel sok tahu itu. Intinya saya ingin kick starter motor saya kembali normal tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan apapun. Saya ke bengkel itu bukan karena kick starternya rusak, api untuk servis berkala. Jadi kalau sekarang kick starternya rusak, itu karena dirusakkan oleh pihak bengkel.

Yang membuat saya makin marah sebenarnya bukan masalah uangnya. Tapi lagak bos bengkel itu yang menceramahi saya dengan nada tinggi.

Di tengah aksi saling menceramahi antara saya dengan bos bengkel itu, dengan muka pucat, sang mekanik akhirnya mengakui bahwa dia yang merusakkan. Dia menghentak dengan keras kick starter yang belum berada pada posisi yang pas sehingga menyebabkan pegas baja di dalam poros kick starter tersebut kaget dan putus.

Akhirnya bos bengkel menyatakan siap bertanggung jawab. Sparepart dan ongkos pengerjaan ditanggung pihak bengkel. Tapi waktunya tidak bisa sekarang. Paling cepat besok siang jam 2 baru bisa diambil. Oke. Clear!.

Saya segera menuju kasir untuk membayar ongkos servis tadi. Dari nota yang diberikan saya tahu kalau bengkel tersebut memang kemaruk. Mengganti apa yang seharusnya tidak diganti. Tanpa ijin saya!. Kemudain filter udara yang harusnya dipasang malah tidak dipasang. Katanya bikin tarikan mesin lambat! Iya saya memang tidak menunggui. Tapi sempat kembali 30 menit sebelumnya kalau-kalau ada yang mau ditanyakan oleh mekanik yang menangani motor saya. Waktu itu dia bilang beres.

Saya pun kembali dengan tangan kosong. Motor saya harus menginap. Sang mekanik menatap saya dengan wajah pucat. Saya balas dengan senyum. Dalam hati saya berkata: servis di sini cukup sekali ini saja!

Advertisements

9 thoughts on “Bengkel kemaruk

  1. wongbagoes says:

    Wah, om bengkel Opo iku?

    Segera publish wae namane… Biar org lain gak ngalami kayak sampeyan…

    Buat pak mekaniknya: ati2 pak klo servis punya org drpada kena pecat!!!

    😛

  2. Icha says:

    wah memang semua bengkel kayak gitu, lha wong mereka kan pengen dapet duit juga…

    napa ga buat judul tentang: “tukang pompa ban kemaruk”?

  3. ridwan says:

    yach… ga papa lah… pengalaman aja.. soalnya aku 4 th berlangganan di AHAS gak pernah sepert itu.. pindah ajah.. jangan ketempat itu lagi 😀

  4. ndöp says:

    Ke bengkelnya mazku aja di sonopatik nganjuk sini.. dijamin motormu sekelas reising det.. suwer deh..

    biyayanya juga ndak mungkin membengkak.. dijamin zuzur orangnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s