Categories
OPINI

Kepemimpinan Jokowi di mata Luhut Panjaitan

Luhut Panjaitan dalam diskusi kenegaraan di ITS kapan hari memberikan pandangan tentang kepemimpinan Jokowi. Banyak orang menganggapnya klemar klemer, tidak tegas. Tapi di mata Luhut Panjaitan, Jokowi adalah sosok presiden yang sangat tegas, bahkan lebih tegas dari presiden sebelumnya. Namun ketegasan Jokowi tidak diwujudkan dalam perkataan atau perintah bernada tinggi. Gaya bicara Jokowi memang khas Wong Solo.

Masih menurut Luhut Panjaitan yang sudah kenal Jokowi sejak masih jadi walikota Solo, Jokowi ini sosok presiden yang cerdas dan berfikir jangka panjang. Visioner. Nah ini kadang membuat orang, terutama yang sejak awal sudah tidak suka, terus merasa tidak puas karena yang mereka inginkan adalah perubahan kecil jangka pendek. Sedangkan Jokowi sekarang ini sedang merencanakan perubahan besar jangka panjang dimana untuk mencapai hasil akhirnya dibutuhkan proses yang tentu saja memerlukan pengorbanan.

Buat saya pribadi, saya mendukung apa yang sedang dijalankan oleh Jokowi sekarang ini. Merubah Indonesia dari carut marut menjadi baik tentu butuh proses. Tidak bisa seperti membalik telapak tangan. Mestinya seluruh rakyat Indonesia saling bahu membahu memperbaiki negeri ini. Merevolusi mentalnya. Bukan malah menghambat, merecoki, menjegal tapi di waktu yang sama berharap adanya perubahan menjadi lebih baik.

Saya sangat tidak setuju jika ada yang koar-koar ingin segera menjatuhkan presiden. Dikiranya jadi presiden itu gampang. Menurut saya, yang koar-koar itu belum tentu mampu jadi presiden. Oh, jadi presiden aja belum tentu bisa, apalagi menjalankan tugas presiden yang sungguh berat.

Categories
OPINI

Facebook Halal Haram

Kontroversi ini berawal dari fatwa haram terhadap facebook yang merupakan hasil pembahasan masalah (bahsul masail) di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Fatwa tersebut kemudian diusulkan ke Majelis Ulama Indonesia atau MUI untuk disahkan menjadi fatwa MUI. Namun MUI sendiri menolak usulan tersebut.

Namun demikian langsung banyak komentar berlebihan dan tudingan bahwa para kyai tidak ada kerjaan. Sayangnya banyak komentar yang datangnya dari orang yang belum membaca sepenuhnya tentang usulan fatwa haram tersebut. Para Kyai sudah menggaris bawahi bahwa FACEBOOK HARAM jika… digunakan untuk maksiat, digunakan untuk menipu, digunakan untuk berbuat mesum di internet.. Pak Kyai tidak sebodoh yang orang kira. Pak Kyai adalah orang yang berpendidikan tinggi dan tentu saja tidak ngawur dalam membuat fatwa!

Toh akhirnya MUI tidak menyetujui usulan fatwa tersebut. Artinya MUI masih melihat sisi positif dari facebook. Jadi STOP lah berkontroversi yang ujung-ujungnya menggunjing Pak Kyai.

Categories
OPINI

Prediksi Mbah Joyo terkait Pilkada Jatim

Besok tanggal 23 Juli 2008. Pilkada Jatim akan digelar. Ada 5 pasang kandidat yang akan berebut posisi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013. Sesuai dengan nomor urutnya, kelima pasang kandidat tersebut adalah:

  1. Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono (KaJi) didukung aliansi 12 parpol
  2. Soetjipto – Ridwan Hisjam (SR) didukung PDI Perjuangan
  3. Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) didukung Partai Golkar
  4. Achmady-Suhartono (AchSan) didukung PKB Gus Dur
  5. Soekarwo-Saifullah (KarSa) didukung PAN, Demokrat dan PKS

.

Pilkada Jatim ini konon merupakan Pilkada dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Jumlahnya mencapai 29 juta suara lebih. Semua pasangan merasa optimis akan mendapatkan jumlah suara terbanyak. Ya, tidak ada kecap nomor 2. Namun hal tersebut memang cukup logis mengingat kelima kandidat tersebut memiliki basis masa pendukung sendiri-sendiri.

.

Pasangan KaJi misalnya, dukungan dari 12 partai sama sekali tidak bisa diremehkan. Ditambah lagi dengan strategi kampanye gerilya di basis masa muslimat NU. Khofifah masuk melalui jaringan pengajian-pengajian di tingkat kampung. Jumlahnya tidak bisa diremehkan. Hampir semua desa di Jawa Timur memiliki kelompok pengajian. Di sela-sela pengajian, dibagkanlah stiker, kalender, kaos dan sebagainya yang berisi seruan untuk mendukung KaJi.

.

Pasangan kedua, SR, juga memiliki basis dukungan yang sangat luas. Hampir bisa dipastikan loyalis PDIP dan Megawati akan mendukung SR. Jumlahnya juga sangat banyak. Baik di kota maupun di desa. Di kota, SR didukung oleh para tukang becak loyalis PDIP. Di desa-desa, banyak sekali pemuda yang ngefans dengan Megawati.

.

Pasangan ketiga, Salam, didukung oleh partai besar. Meskipun citranya pernah terpuruk, ternyata Golkar masih berjaya. Soenarjo dikenal luas oleh masyarakat Jawa Timur karena profesinya sebagai dalang. Sedangkan pasangannya adalah tokoh berpengaruh di lingkungan NU. Pasangan ini diprediksi banyak pihak memiliki peluang menang yang besar.

.

Berikutnya adalah pasangan Achsan. Pasangan ini didukung oleh PKB Gus Dur. Peta politik pendukung pasangan ini belum bisa terbaca dengan jelas. Maklum, Gus Dur dimanfaatkan banyak pihak untuk mendongkrak citra masing-masing. Ditambah lagi dengan pernyataan Gus Dur pada berbagai kesempatan yang mengancam akan Golput karena menganggap KPUD Jawa Timur tidak becus dalam menetapkan jumlah pemilih.

.

Pasangan terakhir adalah KarSa. Sama sekali tidak bisa diremehkan karena didukung oleh partai yang memiliki basis pendukung paling nyata. Yaitu PKS. Partai ini terkenal dengan pendukung yang sangat loyal dengan instruksi partai. Bisa dipastikan hampir semua pendukung PKS akan memilih pasangan ini. Ditambah lagi dengan citra personal Pakde Karwo yang sudah mulai dibangun sejak beberapa tahun lalu. Bisa dikatakan Pakde Karwo merupakan kandidat yang paling siap sejak awal. Mengusung jargon Coblos Brengose (Coblos Kumisnya) yang mudah diingat oleh masyarakat. Jargon ini juga dibawa ke nuansa lokal. Di Madura misalnya, jargon ini berbunyi Coblos Songotna!. Pasangan Pakde, Syaifullah Yusuf, juga memiliki pendukung yang luas. Mengaku sebagai murid Gus Dur, bisa dipastikan banyak warga NU yang akan melirik ke pasangan ini.

.

.

.

Lalu, pasangan mana yang kira-kira yang memiliki peluang menang paling besar?

.

.

.

Sambil mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan dan tanpa menyebut banyak analisa dan alasan, Mbah Joyo mengeluarkan prediksi urutan pemenang Pilkada Jatim 2008 sebagai berikut:

  1. KarSa
  2. KaJi
  3. Salam
  4. SR
  5. Achsan

Sedangkan untuk partisipasai masyarakat dalam Pilkada Jatim 2008 ini Mbah Joyo menyebut angka yang mengejutkan. Hanya 45% pemilik hak pilih yang akan mencoblos!

.

.

.

Apakah prediksi Mbah Joyo ini benar? Kita saksikan bersama hasilnya besok! 🙂

Categories
CERITA OPINI SERIUS

Mengumbar nafsu di tempat umum

Ini sebenarnya bukan hal baru. Blog ini sudah dua kali membahas perilaku remaja kita ketika berpacaran di tempat umum. Bagi yang belum membaca, gunakan fasilitas search di bagian atas, masukkan kata kunci “memadu kasih”.

Coba perhatikan foto di samping. Klik untuk memperbesar. Nampak sepasang remaja yang sedang asik berada di dunia mereka sendiri.

Lokasinya di Taman Bungkul. Minggu pagi, 15 Juni 2008, sekitar pukul 10. Saat itu Taman Bungkul sedang ramai. Banyak orang berolah-raga. Banyak pula yang mengajak anaknya.

Pengamatan saya lakukan lebih dari 30 menit untuk membuktikan praduga bahwa mereka sedang berbuat mesum. Berbekal kamera handphone n70 dan kamera poket casio exilim, 20 gambar berhasil saya dapatkan. Beberapa diantaranya adalah adegan yang tidak pantas.

Ini adalah gambaran perilaku remaja kita. Sudah tidak punya rasa malu untuk melakukan perbuatan mesum di tempat umum sekalipun. Maka tidak heran jika kemudian banyak terjadi kasus menikah muda karena kecelakaan. Kecelakaan yang diinginkan!

Tapi yang tidak mengalami ‘kecelakaan’ belum tentu lebih baik. Bisa jadi karena sudah menguasai berbagai teknik dan berbekal ‘alat pengaman’.

Semua berpulang pada pribadi masing-masing. Tapi sebagai makhluk sosial, tentu kita tidak boleh tinggal diam jika ada yang merongrong tatanan sosial di sekitar kita. Larang jika punya kuasa. Ingatkan jika mampu. Atau setidaknya jangan ikuti perbuatan mereka. (Det: Sudah Tobat)

Categories
CERITA OPINI

Menghargai karya seni

Kata ‘menghargai’ pada judul di atas bermakna denotasi. Menghargai yang berarti memberi harga. Lebih tepatnya mungkin menaksir harga untuk sebuah karya seni.

Berbeda dengan produk yang bisa ditaksir harganya dengan mengitung komponen biaya produksi ditambah margin keuntungan, menaksir harga sebuah seni tidak semudah itu.

Seorang pelukis tentu tidak mau lukisannya dibeli seharga bahan baku kanvas, kuas dan cat saja kan?

Menghargai karya seni tergantung kepada faktor-faktor internal seseorang yang kemudian membentuk sikap apresiatif. Biasanya berbanding lurus dengan pendidikan dan atau pengalaman sosial.

Tadi pagi seorang teman mengeluh karena karya desainnya dilecehkan oleh pembeli. Bukan karena jelek. Sebelumnya si pembeli mengaku sudah puas dan mengatakan akan segera membayar. Namun tiba-tiba dibatalkan karena pihak percetakan bersedia membuatkan desain secara gratis. Yang lebih menyakitkan lagi pembatalan tersebut dilakukan hanya melalui SMS.

Menurut pandangan saya si pembeli ini sudah melecehkan dalam tiga hal. Pertama, melecehkan person. Tidak menghargai kerja keras teman saya. Yang kedua, melecehkan karya desain. Batal membayar karena mendapat yang gratis. Terakhir, melecehkan dirinya sendiri karena dengan mudah mengabaikan kesepakatan dengan orang lain.

Anda punya pendapat lain?