Ini adalah peringatan bagi para pedagang pulsa handphone. Makin banyak modus penipuan yang dilakukan para penjahat. Baca tulisan ini sampai habis. Tingkatkan kewaspadaan untuk hindari kerugian!
Modus#1: Voucher Palsu
Ini adalah modus konvensional yang paling sering terjadi. Penjahat menyaru sebagai sales voucher fisik/gesek. Mereka menawarkan voucher dengan harga miring. Selisih hingga puluhan ribu rupiah dibanding dengan harga di distributor resmi.
Bentuk fisik voucher yang mereka bawa sangat mirip dengan voucher asli. Untuk lebih meyakinkan calon korban, tak tanggung-tanggung mereka mencobakan satu voucher.
Jangan terkecoh! Perhatikan baik-baik voucher yang mereka tawarkan, satu per satu. Bandingkan dengan stok voucher milik Anda. Pasti ada perbedaan. Terutama pada bagian belakang voucher yang terdapat strip hitam untuk digosok yang berisi kode pulsa
Salah satu korban dari modus ini adalah teman saya sendiri, Anas, pemilik Jembelisme Cell. Baca kisahnya lengkapnya di sini [KLIK]
Modus#2: Uang Palsu
Ini juga termasuk modus konvensional yang sering terjadi. Penjahat tidak berlaku sebagai sales voucher, tapi menyaru sebagai pembeli. Biasanya mereka membeli voucher dalam jumlah banyak. Nominal pulsa yang dibeli adalah 50 ribu atau 100 ribu
Jangan terkecoh! Jangan langsung memberikan voucher yang mereka minta. Minta uangnya terlebih dulu. Perhatikan dengan seksama. Pakai cara 3 D yang sering disampaikan di TV. Dilihat, diraba, diterawang. Ingat, pakai neon ultraviolet saja tidak cukup. Saat ini pemalsuan uang sudah semakin canggih
Modus#3: Cek Palsu
Kejadian ini menimpa salah satu teman saya, hari Minggu lalu. Modusnya mirip dengan modus#2 di atas. Membeli voucher dalam jumlah banyak. Namun mereka tidak membayar dengan uang, tapi cek palsu!

Sekali lagi, jangan terkecoh! Jika Anda belum terbiasa menangani cek maupun BG, lebih baik hindari saja! Sama dengan uang, cek maupun BG seringkali dipalsukan
Bagaimana menghidarinya?
Untuk terhindar dari berbagai modus aksi tipu-tipu di atas, perhatikan baik-baik tips di bawah ini:
- Kenali ciri-ciri voucher, uang, cek dan BG yang asli
- Kenali modus penipuan yang marak terjadi. Dengarkan radio setempat. Jika Anda tinggal di Surabaya, saya sarankan mendengarkan Suara Surabaya. Biasanya begitu terjadi aksi penipuan, korban segera melapor ke SS sebelum melapor ke Polisi. Dengan demikian Anda bisa semakin waspada
- Jika toko Anda dijaga karyawan, ingatkan mereka untuk selalu waspada. Jika perlu, buat tulisan dan pasang di tempat yang mudah dibaca
- Waspadai transaksi dalam jumlah besar dari orang yang belum dikenal
- Waspadai transaksi menggunakan cek atau BG jika belum terbiasa
- Alokasikan lebih dari 1 karyawan dalam 1 sift
- Pasang kamera CCTV do toko Anda
- Waspadalah… waspadalah… waspadalah… Kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tapi juga karena ada kesempatan!
Tindakan yang harus dilakukan
Jika Anda mencium modus penipuan, lakukan langkah berikut ini:
- Jika di toko Anda tidak ada kamera CCTV, foto wajah pelaku dengan kamera HP. Lakukan secara candid agar mereka tidak curiga
- Satu orang menahan penjahat tersebut. Ajak ngobrol ngalor-ngidul. Jika penjahatnya cowok pasti mudah tergoda jika diajak ngobrol penjaga toko Anda yang cewek!
- Satu orang lagi menelepon polisi. Jika jarak kantor polisi jauh dari toko Anda, panggil tetangga sekitar. Minta bantuan mereka untuk meringkus penjahat tersebut sambil menunggu polisi datang
- Telepon ke radio setempat, laporkan kejadian tersebut, agar yang lain ikut waspada
Demikian tips singkat dari saya, semoga bermanfaat untuk seluruh umat manusia. Hehe…
Jika Anda punya pengalaman tertipu (atau menipu), silakan bagi-bagi cerita dan tips di sini. Agar kita makin waspada!