Pelaku Tianshi makin tidak percaya diri
April 26, 2008 oleh det
Sebenarnya saya malas menulis tentang MLM. Masih banyak topik lain yang lebih menarik untuk dibahas. Tapi satu bulan ini ada beberapa kejadian yang berkaitan dengan salah satu MLM di Indonesia. Tianshi atau Tiens. Begitu nama MLM tersebut.
Bagi yang belum tahu tentang MLM silakan baca beberapa link di bawah ini:
- Multi Level Marketing (Wikipedia berbahasa Inggris)
- Multi Level Marketing (Wikipedia berbahasa Indonesia)
- Tianshi Indonesia (Official Website Tianshi Indonesia)
- Bisnis MLM: Menipu dan haram
- MLM, tipu muslihat berkedok bisnis (MLM Part 2)
- What’s wrong with Multi-Level Marketing?
- Anda ingin kaya? Sebaiknya jangan ikut Tianshi..
- Menguak Fakta dibalik kebohongan Tianshi (Tianshi Watch)
Kejadian #1
Siang itu, di sebuah gerai digital printing, sambil menunggu cetakan, saya membaca majalah. Tiba-tiba saya dihampiri oleh seorang pemuda yang mengaku berusia 25 tahun. Tanpa saya minta, dia berceramah ngalor-ngidul bahwa kita harus punya impian. Impian besar disusun atas impian-impian kecil.
Pemuda tadi bercerita bahwa dia berani keluar dari kuliahnya karena ingin mengejar mimpinya. Umur 30 tahun dia akan mengajak kedua orangtuanya ke Jepang. Dia sendiri ingin belajar komik di sana. Sedang orangtuanya dibebaskan untuk berwisata sepuasnya. Tidak boleh pulang ke Indonesia kalau uangnya belum habis. Kalau perlu, jika uangnya habis tinggal ditransfer aja
Dia juga ingin naik BMW milik sendiri. Saat ini di rumah sudah ada BMW tapi milik orangtua. Pasti beda rasanya kalau naik BMW sendiri. Kemudian dia juga ingin pergi memancing dengan kapal pesiar pribadi!
Kesemua mimpinya akan terwujud pada usia 35 tahun. Sejak saat itulah dia akan berhenti bekerja. Ongkang-ongkang kaki di rumah menikmati harta yang melimpah!
Untuk mengejar mimpi tersebut, sekarang dia sedang menggeluti bisnis supermarket. Lokasinya ada di Surabaya dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Waktu itu pikiran saya langsung tertuju ke Carrefour. Namun ternyata tebakan saya salah. Menurut pemuda tadi, Carrefour tidak ada apa-apanya dibanding supermarketnya!
Dikatakan bahwa supermarketnya memiliki sistem yang jauh lebih sempurna dibanding Carrefour sekalipun. Saya langsung bingung. Menebak-nebak supermarket apa gerangan yang dimaksud pemuda tadi. Setahu saya di Surabaya ini belum ada supermarket seperti yang dia ceritakan tadi. Saya menyerah. Akhirnya pemuda tadi menyebut nama: BannerStore!
Sampai di rumah saya bertanya kepada Google. Terjawab sudah. BannerStore adalah unit bisnis dari Tianshi. Ahahahaha….
Kejadian #2
Selang satu minggu dari kejadian pertama, seorang teman mengaku mendapat kiriman SMS dari seseorang yang tidak dikenal. Isinya tawaran untuk bekerjasama mengembangkan supermarket. Teman saya tadi tentu kaget campur bingung. Gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba ada tawaran kerjasama menggiurkan. Kemudian dia meminta saya menyelidiki siapa gerangan pengirim SMS tadi.
Saat itu saya langsung curiga, jangan-jangan ini sama dengan yang kemarin. Langsung saya minta nomer HP si pengirim. Saya ajak ketemuan.
Pada hari, jam dan tempat yang telah disepakati bersama, saya dan si pengirim SMS misterius tersebut betemu. Tanpa ba-bi-bu saya langsung tanya tentang kerjasama yang dia tawarkan. Dia lantas menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi. Mulutnya sampai berbusa-busa!
Sampai pada satu titik yang saya tunggu, dia akhirnya menyebut kata: BannerStore! Wakakakaka… saya langsung ngakak guling-guling dibuatnya!
Kejadian #3
Selang satu minggu dari kejadian kedua, saya sendiri yang dapat SMS. Bukan dari pengirim misterius, tapi dari orang yang sudah saya kenal. Dia mengajak saya membuka bisnis franchise.
Sebenarnya saya tidak tertarik dengan model bisnis ini. Tapi demi menghormati teman, saya terima ajakannya untuk bertemu.
Saat yang disepakati telah tiba. Teman saya tadi langsung membuka laptop. Powerpoint dijalankan. Presentasi dimulai. Dan…. Tralala…… Halaman pertama bertuliskan: BannerStore!
–
–
–
Tiga kejadian di atas tadi membuat saya jadi geli. Mengapa sekarang ini pelaku Tianshi terkesan kurang percaya diri menyebutkan nama Tianshi ketika mencari downline? Mengapa harus menyebut dirinya pemilik supermarket, pengembang supermarket, atau pemilik bisnis franchise?
Mungkin mereka sudah benar-benar putus asa melihat kenyataan bahwa saat ini orang semakin melek bisnis. Tahu mana bisnis yang prospektif dan mana bisnis yang hanya buang-buang waktu, fikiran, tenaga dan uang. Sehingga ketika menyebut nama MLM di depan perkenalan, maka orang akan lari duluan sebelum dia selesai berbicara.
Atau mungkin Anda punya pandangan berbeda? Silakan tuliskan pengalaman, opini, penjelasan atau pendapat Anda, singkat, padat dan jelas!




Huekekek,segitunya yah MLM ituw,,dulu siy sering diajak,,tapi ga pernah datang,,tapi emang orang MLM tuw jago banget ngomong ampe berbusa,,kadang ampe kagum ama daya tahan ngomong berjam jam (bukan kagum ama isi pembicaraan)hehehe
apa semua MLM begitu ya?Ada ga MLM yang bener2 bisa memberi keuntungan?
(asyik pertamax…
persis seperti yg saya alami. dikejar2 orang ditawari investasi supermarket. ternyata tianshi. ngejar terus meski sudah dibilang saya gak tertarik. pantang menyerah yg gak pada tempatnya
teman sy yg lain sudah 4 tahun di tianshi tapi kok msh suka ngutang sy ya?
wah….untung saya jarang ditawarin beginian. lagipula jangan harap deh kalo nawarin saya, bisa-bisa malah saya balik nawarin ngeblog.
Sampe saat ini sayah mingsih seringnya diajakin MLM jugak.
.
.
.
.
.
.
Make Love Marketing….
em el em em el em…
aku yo tahu nda, aku sing ngejak malah konco dewe. konco plek. ujuk-ujuk dee dolan nang mahku. lha kok tumben? tibake dee langsung buka leptop, langsung presentasi.. ba .. bi.. bu…
trus dee njelasno, nek enek aplaine sing medot kontraktor dan beralih ke mlm.. karena keuntungannya lebih besar dibanding sebagai kontraktor…
trus tak walik, (FYI pas presentasi, koncoku kui ngrangkep dadi dosen nang swasta), lha nyapo awakmu kok gak melok2 kontraktor kuwi??? medot dosenmu, trus full nang mlm??
dee bingung..
waah.. ternyata dia tidak berhasil mempengaruhiku…
wekekeke…
trus dee mengalihkan pembicaraan…
waah.. gak tak gatek blas… sakno jane.. tapi yo piye maneh.. ngganggu ee….
memang sii… presentasine dahsyat!! aku ae sampek bingung nolak, bingung arep ngomong opo??
tibake aku nduwe akal, aku ngomong nek hati nuraniku belum srek.. belum sreg gimana? ya belum sreg aja..
akhirnya dia nyerah juga sambil memberikan bertelfon-telfon nomor… hehehe…
fiuh.. akhirnya dia pergi juga…
@bro deteksi
bsa liat di http://www.tianshi-watch.com/
siapa tau bermanfaat
Mungkin karena memang pasar per-downline-an dah jenuh. Jadinya ya pake cara buka toko.
Serupa dengan saya, cuma yg nawarin saya dosen saya sendiri. Wakakak…
Nyebutnya pasti “Ada dokter yg pingin ketemu. Mau ngajak bisnis…”
ah MLM? no no no… ML ‘em? Yes, come on baby…. Let’s we make it tonight…… oh yes oh no….
ini ada juga tulis tentang tianshi di http://anthonysteven.wordpress.com/2008/04/25/tianshi-watchcom-dan-efek-streissand/
upz udah ada yah linknya
btw untuk blog saya dipasang “blog anti MLM” *sambil ngelirik mbelgedez*
@ anang : sek.. sek… njorok
iyah boz, sy juga pernah diprospek sama yg mau bikin supermaket *baru nyadar setelah ketemuan kemaren hehehe sy pernah mengalami juga*.
adik kelasku sih, tapi2 untungnya saya sudah kebal omongan berbusa2 itu..
tapi karena di adik kelasku sy iyakan aja melihat profil di CDnya *sek .. sek… CDnya ternyata masih ada di sy, tapi koq di ngak minta2 yakz.. jhehehehe, udah sadar kali yah dianya*
boz katanya MLM bukan lagi cara marketing yg bagus di amrik sana… tapi koq mereka sering mengatakan sebagai cara marketing terbaru dan banyak digunakan yazk, tanya kenapa
halah….
nulis kok soal MLM… (-.-!)
lainnya dong mas det..
tapi.. makasih infonya :p :p
untung mas det yang
baik, cakep, dan lucumembantu saya mengungkap tabir kejahatan… Makasih ya!kalo berhubungan sama grup tianshi sih pernah, tapi dia bukan MLM gitu, tapi semacam motivator model ESQ, tapi namanya NLP… neuro linguistic program…..
baru tau kalo sekarang udah ganti nama,,
MLM is good actually, but not my way of business
iya2… orang MLM biasanya mimpinya setinggi-tinggi langit tertinggi… bicaranya pasti soal MLM ma mimpi2nya… makanya males punya temen yang bisnis MLM hoho… mending bisnis nyata aja, jualan baju kek ato buka warnet hoho
Gara2 MLM aku pernah ga ngomong sama temen yang paling akrabku selama 2 bulan.
F**k MLM!!!
cempluk sih sebenarnya dah gabung di tiens sejak 2006, tapi cuma bintang 1..karena males gak keuurus..hehehe
anti emelem
-titik-
mlm itu apa?
mlm = malam?
mlm = melempem?
mlm = ?
opo kui det? ada hubungannya ma bercak tadi kita lihat gak? kalo ada aku mau ikut, kalo gak ada males ah gak seru.
ah hari gini ikut MLM kaya gak ada bisnis lain aja. buang2 waktu dan uang tapi uangnya lari ke cina pabriknya sana
goblok banget ditipu sama orang cina kok mau
lagian banyak yang sudah bintang tinggi2 tapi gak punya duit. katanya buat investasi. tapi banyak yang keluar setelah tersadar bahwa duitnya gak bakal kembali, termasuk saya
cepetan keluar deh yang lagi ikut MLM, daripada keluar uang makin banyak buat beli tiket pelatihan yang isinya hanya membodohi kita supaya lebih betah di sana
ini pengalaman pribadi saya. baru tersadar setelah 3 tahun di tianshi gak dapat apa2 padahal sudah bekerja mati2an sampai kuliah saya terbengkalai.
saya hitung2 seandainya uang yang saya keluarkan tadi dibuat bisnis lain dengan usaha dan tenaga yang sama maka bisnis saya sudah maju pesat
oia, kadang orang MLM itu suka menipu calon downline, uangnya dipakai duluan buat nombok pengeluaran, baru didaftarkan setelah ada downline selanjutnya. gali lubang tutup lubang
hati2!!!
Apa yang paling menjengkelkan dari MLM itu bagi saya, setiap hari saya dicekoki dengan kata-kata prospek dan prospek mlulu…
Hahaha, pengalaman saya juga sama. betul itu g pede mereka. presentasi ngalor ngidul ngulon ngetan baru ujung2nya nunjukin logo singa. huakakakak. kenapa yah g langsung dibilang “mau nawarin ikut tiens. mau gak??”.
Hari gini baru ikut mlm, waksss ogah sayah.
wakakakaka..saya juga pernah nih bro..ada cewek nelpon saya dan minta tolong buat ketemuan mau bicara bisnis..eh ternyata nawarin MLM..langsung cabs saya, hehehe
Akal busuk tiansi kdang blg rektor kmpus t4 qt kul ikut tiansi. Tujuanx biar qt cpt pcya. Klo ada yg ngaku spt tu lg lapor ja ke rektorx biar dlaporin polisi krn mlkukan kbhongan pblik. Biar tau rasa tu tiansi
thiansi apaan sih?
yg ada hubungan ma darah tinggi dan darah rendah itu ya?
woy det ini link yg bisa naiikin thiansi kukirim kemana?
*siap2 ngukur thiansi darah*
hehehe mlm emang udah jelek banget yah imagenya. Tanpa ba bi bu, saat ditawari orang MLM, tanpa harus basa basi dan merasa bersalah, kita bisa langsung bilang : “ke laut aje lu”
pak, kita mau nawarin bisnis luar biasa nih..
jadi rekanan pabrik pupuk super..
gmn tertarik join ga?
buru2 nih, kalo ngga saya cari rekanan yang lain..
contact saya ya!! cepat sblm keduluan yg lain..

peh pas moco link teko mas mblegedez, motoku jan perih, soale sampek jam setengah papat isuk durung mari moco komeng2e sing sak jabalekat!
sakno jane em el em dihujat di sana-sini, kayak inul, dewi persik, julia perez, annisa bahar.. tapi em el em akan tetap ada selama ada orang miskin di endonesa ini.. tul nggak??
wakakakakaka, ane kalau ketemu orang seperti itu bisa bikin ngantuk, karena dia nyerocos terus
Betul mas kalu langsung sebut tianshi orang2 akan lari duluan. Aku masuk tianshi 3 thn lalu. Muak hidup dlm kepalsuan pake jas terus tapi duit seret akirnya cabut. Aku merasa berdosa telah menipu banyak orang. Sekarang tobat dari tianshi
Masing-masing orang punya bakat tersendiri. Yang merasa cocok di MLM, silahkan. Yang ga cocok di MLM, jangan dipaksa dijeblosin. Tetapi kalau Anda mau menambah skill Anda dg biaya lebih murah, ikut MLM boleh juga. Tapi Anda harus punya filter agama dulu. Supaya Anda tetap jujur dan sabar. Anda yg lebih nyaman dg bisnis konvensional, jalanilah, dan bersyukurlah.
Mari Raih Kesuksesan!
hahahaha. Benar-benar menggelikan membaca artikel di atas. Memang kenyataannya begitu. Saya berulang kali didatangi oleh teman saya dengan dalih “saya punya bisnis OK!”, dan ketikanya saya tanya “TianSi ya?” dia hanya menjawab “bukan kok”. rasanya tidak ada rasa pede sama sekali dan keberanian menyebut nama tiens.
Kalo bila memang tiansi adalah sesuatu yang pantes sebagai MLM yang berhasil, kenapa ga berani sebut nama tiens? Kalau memang tiens sebegitu populer dan banyak kesuksesan yang diraih, kenapa kok orang masih ragu melihatnya? Ini benar-benar menggelikan.
Bicara MLM jadi ingat mbelgedez .. hahaha
dan ngakak baca komentar cK .. yang ngajak MLM malah diajak ngeblog. Aya aya wae ..
Oya, info-nya ditunggu ya.
Akhirnya. Ada juga yang nulis masalah emelem. Saya juga pernah diajak bisnis, investasi katanya. Tapi bukan di supermarket, masih di tiens yang obat itu.
Saya cuma kagum pada militan-nya orang emelem itu, berani ngajak kenalan lalu langsung diajakin bisnis… salah satu yang ngga masuk akal, baru kenal udah diajak bisnis, kan resiko.
Saya diiming-imingi mobil mewah, kapal pesiar, keliling ke luar negeri. Halah. Saya ngga bisa nyopir, ngapain punya mobil mewah, keenakan sopir saya dong. Saya juga ngga bisa berenang, buat apa punya kapal pesiar, kalo tenggelam saya mati duluan. Saya ngga bisa bahasa inggris, jadi ngapain ke luar negeri segala, lagian saya cinta mati ama nasi goreng dan tempe… ngga doyan tuh pizza atau burger.
#12
MLM tadinya untuk memangkas jalur distribusi (value chain ato apa lah). Tapi sekarang jadi menyimpang, karena MLM jadi jalur distribusi tersendiri, tiap tingkat dapat bagian, ada bonus segala, jadi malah mahal.
Teman saya pernah bilang, salah satu produk yang dijual di MLM dibuat di Indonesia, harganya cuman 20% dari harga bandrol. Yang 80% ? Ke laut aja!
hehehe sebenarnya bisnis MLM cukup bagus kalo kita memang cocok disitu. Banyak juga temen temen yang sukses. Saya kira kalo ingin sukses di bisnis apa saja tidak lepas dari marketing. Nah MLM (saya tidak bilang tiansi ) ini bagus kalo kita ingin belajar ilmu marketing selama kita masih mau mengambil sisi positifnya (nambah skill). Sisi negatif atau kekurangannya pasti ada lah..
Mungkin buat temen temen yang berkecimpung di dunia maya kurang cocok dengan MLM karena mereka harus lari kesana kemari, sementara para blogger lebih suka duduk di depan komputer..
Sebenarnya yang lebih hebat di marketing bukan MLM. Mereka masih jualan barang. Yang paling hebat adalah asuransi. Mereka cuma jual kepercayaan. Jadi kalo si sales ini mampu cari nasabah berarti marketingnya luar biasa.
Kalau anda jualan produk. Ambil saja cara marketing mereka.
Bagaimana dengan saya sendiri. Hehehe MLM nggak cocok dengan saya. Tapi saya mengambil ilmu marketingnya dan saya terapkan di usaha saya sendiri. Sejauh ini masih positif.
orang pintar Tolak MLM
ciri khasnya tetep: iming-iming kaya materi melimpah ruah. BMW, kapal pesiar, dan semacamnya. tapi meskipun konsep kebahagiaan mereka dangkal, harus ditiru adalah semangat mereka yang berkobar-kobar dalam mencari downline.
Sejak dulu aku sudah nggak suka dengan MLM. Pernah gabung tapi nggak dapat apa-apa.
Yaa positif thinking nya sih bagus kowk
(suka seneng liat orang2 ngomong bebusa2 soal hal2 positif.. macam BMW dan Kapal Pesiar )
But it’s not Me
Waduwhh.. hari gini masih Tianshi??#$%&+@*+
)
Apa gak da kerjaan laen selain nyeles (sales
baka ne.. he3 ^_^
orang tiansi gak tahu klo ada google kali ya??
di negara dimana pendapatan per kapita besar memang bisnis MLM baik dan perlu.
Tapi di negara “miskin” seperti kita ya jadi terkesan “kurang bertanggung jawab”
Tapi kalo MLM blog mungkin ya perlu juga ya wakakaka
MLM DI NEGARA MISKIN, PENDAPATAN PAS-PASAN, DAYA BELI RENDAH YA JADI “KURANG BERTANGGUNG JAWAB”
KALO DI NEGARA RAJA MINYAK MUNGKIN….
Yup Kejadian itu pernah aku alami waktu maen ke temen, dan kebetulan di tempat saya itu ada temen dari jogja dan dengan terkejut saya di panggil ma tuh orang, waktu itu saya juga bingung, eh siapa nih orang kok tiba² manggil. Terus dia bilang.
SIni mas kenalin nama saya (aduh lupa ). Terus dia tanya, mas nya kerja apa? saya nggak kerja… terus dia bilang masnya punya impian apa, waks…. (maaf sebetulnya saya udah ngerti yang dia maksud soalnya di meja kok ada buku² tentang tianshit). akhirnya dia neggombal sampai 30menitan sama temenya…… wah… ni orang gila banget, Nafsu banget ngejar target. dan akhirnya dia menyerah soalnya saya tinggal ke kamar mandi, kebele (kepeseng) dengerin tuh orang ngomel²…. :)). Buat Orang² Tianshit. Goodluck
yang pengen arum jeram masuk sini http://www.arungjeram.co.cc
MLM = MULTI GAK LEPEL
Wah, pengalamannya hampir serupa nih dengan saya. Waktu itu saya mendapatkan SMS dari salah seorang kerabat. Di SMS-nya dia menawarkan sebuah kerja sama. Ketika saya balik tanya, kerjasama apaan sih mas? Dia balas lagi, pokoknya kamu datang aja deh jam 7 di tempat X.
Karena penasaran saya–waktu itu memang sedang banyak job sebagai kontributor di beberapa media, jadi saya pikir ini job yg sama–datang ke tempat yg dijanjikan.
Ketika bertemu, tanpa ba-bi-bu dia langsung “menyeret” saya ke suat ruangan auditorium dan disuruh membayar Rp 10.000 di pintu masuk. Saya pun bersedia membayarnya karena tidak enak dengan teman saya yg mengajak saya.
Begitu masuk ke dalam auditorium, ternyata saya seolah dipaksa menyaksikan presentasi peluang bisnis MLM dan diajak bergabung. KArena saya memang sudah tidak yakin dengan bisnis ini, ya saya tolak saja dgn halus.
Jujur saja, saya awalnya sempat kesal karena teman saya tidak memberitahukan detil pertemuan itu. Kalau saja dari awal dia bilang ini merupakan presentasi MLM tentunya saya tidak akan terbirit-birit pulang dari tempat saya bekerja utk segera kesana.
bener-bener deh, gak mau ama bisnis yang gak pasti gitu..
temen aku dah lama ikut juga malah jual barang2nya buat biaya hidup.
Pelaku MLM? Sudah terbantaikan argumennya dihadapanku. Maklum, mereka pelaku MLM awam yang baru melek MLM.
Aku bilang ke mereka, pelajarlah logika dan filsafat, insya Allah kalian akan melek mana yang seharusnya kalian ambil dan mana yang seharusnya kalian buang.
Untuk bersikap dengan baik, pelajarilah akhlak dalam Islam.
wakakakakaka.. MLM…
udah pernah nyoba.. dari CNI ampe ke Oriflame..
as far.. program yang ditawarin dan nggak ngerugiin bagi tu2t mah cuman Oriflame doang.. mereka juga nggak mengharuskan untuk prospek dkk.. mau njalanin bisnisnya, monggo.. mau beli buat pake sendiri.. gk masalah.. mau jualan.. no problemo.. tak ada paksaan.. that’s why tu2t masih bertahan dengan oriflame.. yah.. secara saiyah kan pake produknya gitchu~~
secara program dll.. MLM emang bagus.. tapi seperti apa kata mas Jiewa.. MLM is good actually, but not my way of business
kadang2 nyebelin juga kalo ada yg nawarin gitu.
MLM yang bagus:
1. Jualan barang tidak ke downline (non distributor)
2. Tidak ada fee dan kewajiban nyari downline.
3. Penghasilan murni dari hasil jualan barang.
4. Gak ada pungutan, iuran, uang pendaftaran dll.
5. Ada gak MLM kayak gini?
ingin nimbrung dikit..
dulu aku juga pernah diajakan tapi mlm lain.
dan hasilnya………..:(.
udah keluar uang banyak…terpengaruh temen sih…padahal dia juga belum sukses he..he..
so..mending kerja yang lain deh…..
Ada yang tahu perbandingan member MLM yang sukses dengan yang tidak?
Lebih banyak yang mana ya?
pernah juga ditawari sama perusahaan mlm , tapi belum siap
soale masih belum percaya diri dan masih kurang ilmu
dulu memanfaatkan amway, agar dapat beli sampo mobil dengan harga discount aja..
aku kadang kasian nengok teman aku yg ikut MLM…
harus ngerayu orang yang gak mau…
kasian banget. Padahal belum tentu semua iming2 yang diberikan benar2 terbukti.
Salah satu tante aku yang cukup banyak, meninggal gara2 mikirin apa yg akan ia dapatkan jika bergabung. Cuma waktu itu gak Tiens, CNI kalo gak salah!
ha ha ha ha
persis seperti akar kuadrat yang udah habis dibagi-dibagi
ya klo udah mentok angkanya
mo dibagi berrapa pun ya mentok
tapi setidaknya…
pernah punya pengalaman mimpi indah
haiiiiiiiiii
salam kenal aja yahhh puat yang punya blog ini
mlm ..kelaut aje dehh ..kecuali gw root dari tuh mlm, yuk bikin mlm sendiri hihihihi
Mas Det, bagaimana dengan MLMnya Asian Brain ? Coba cek yang disini
MLM=Maling Liat Mangga.

*ditabok*
Ah, saya belom pernah ditawari bisnis kayak ginian.
Dan kalau ditawarin paling langsung saya tolak, bukan jiwa penjual.permisi pak/bu deteksi,
seru juga kayaknya sih, ikutan nimbrung yak.
saya adalah pelaku MLM tapi bukan t*****i lho
mlm yang baik menurut saya:
1. produk memang bermanfaat baik harga dan kualitas
2. mengutamakan penjualan dibanding rekrutmen, karena perhitungan bonus bukan dari rekrutmen tapi dari penjualan. tapi bukan berarti mengabaikan rekrutmen.
3. tidak mengumbar impian seolah2 impian itu PASTI didapat melalui bisnis ini. karena tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada cara lain meraih impian. ini hanya alternatif dan bukan mutlak.
4. memiliki system pembelajaran bisnis yang berjenjang yang juga dapat diaplikasikan ke bisnis konvensional
5. resiko uang hilang sangat kecil, tidak sampai harus jual rumah/perabot RT. (MLM apa tuh)
6. you tell me..
distributor yang baik menurut saya:
1. memperkenalkan bisnis hanya 1-2 kali saja secara jelas, tidak berulang2. seperti halnya orang curhat, kita akan bosan bahkan cenderung kesal jika ada orang curhat
kehidupan pribadinya secara berulang2. kita pastinya akan berfikir “apa ga ada masalah yang laen lagi mas?”
2. tidak memberi kesan bahwa bisnis yang dilakukan adalah bisnis yang paling tepat yang pernah ada, apalagi cenderung meremehkan bisnis/pekerjaan orang lain.
3. tidak “memaksakan” orang lain untuk join, karena akan menghemat kerja. tidak perlu presentasi berulang2, tidak perlu keluar biaya lebih, dan yang pasti tidak akan merasa sia-sia karena orang yang “dipaksa” join tadi tidak menjalankan bisnis sama sekali. Alangkah sia-sianya jika memprospek berulang2 tapi pada akhirnya propek tidak menjalankan bisnis meski dia join.
4. berdoa kepada Sang Pencipta karena kejujuran doa biasanya terefleksi ke dunia nyata.
5. You tell me..
hal yang terpenting, dalam bisnis apapun adalah membangun relasi bukan membangun musuh. kita tidak akan pernah tau calon2 relasi kita adalah bagian penting dalam hidup kita.
jika calon relasi tidak bisa menjadi relasi, kenapa tidak membuat dia menjadi teman maen futsal misalnya, atau punya adek yang cantik untuk untuk kita pacari, atau ada bisnis lain yang memang dia kuasai dan memang kita butuhkan.
terakhir ya pak/bu deteksi, kalau pembaca situs ini bertemu MLMer pemaksa, tolong sampaikan kepada mereka bahwa mereka adalah satu dari sekian banyak distributor tolol yang pernah ada”
salam kenal pak bu det dan yang lain, semoga salam saya diterima meski saya pelaku MLM
Aku juga dulu ditawarin ikut MLM Tianshi…..
Pertama gw di-sms sama temen, katanya mau ngajak bisnis. Ta kirain mau ngajak bisnis jual kue, donat atau pulsa….. eh ternyata diajakin bisnis yang aneh.
Awalnya dia menceritakan bahwa banyak loh orang2 yg ikut bisnis ini dan hanya perlu waktu 4 tahun saja kita sudah punya penghasilan pasif 40 juta/bulan. Wuiiih pasti ngiler tuh…. Apalagi kalo sudah nyampe ke level tertentu kita bakalan dapet mobil BMW, bahkan kapal pesiar.
Nah syaratnya gini… kita harus bayar biaya anggota dulu 80rebu, lalu untuk masuk ke level bintang satu, kita harus membeli produk perusahaan itu senilai (kalo gak salah) 500rebu. Level bintang dua = Rp. 1.000.000 dan level bintang tiga = Rp. 2.000.000
Nah setelah level bintang 3 tercapai maka kita dapat pendapatan pasif beragam mulai 250-750 ribu/bulannya. Dan untuk naikkin level ke bintang selanjutnya ya harus nyari korban buat diboongin…… Gitcu Loh bisnisnya.
Dan ternyata Bisnisnya adalah TIANSHI !!!!
Dengan produk andalan KALSIUM PINTAR BAGI PELAJAR…. (wohohohohoooooo)
Gw pun langsung tolak aja…. Gw sih mau nyari duit dengan cara yg lebih gentle, dan sesuai dengan keprofesian yang sedang saya dalami di kuliah ini. Bukan dengan cara yg kaya gitu…. sori ya.
@ALL
terimakasih atas komentarnya..
kalo ada yang tanya, banyak mana yang sukses dan yang gagal, sudah barang pasti di dunia ini yang sukses [baik] jumlahnya lebih sedikit daripada yang gagal [jelek]
di MLM ini malah ekstrim lagi. hampir semua teman saya yang ikut MLM, bahkan sampai level tinggi, akhirnya beberapa tahun kemudian juga keluar dalam keadaan bangkrut.. [dan yang tetep kaya adalah pemiliknya di cina sana]
memang benar MLM adalah cara lain dalam berbisnis, tapi kalo mau berhitung, dengan effort yang sama, maka bekerja di bisnis lain akan jauh lebih jelas ujung-pangkalnya..
bagi para pelaku MLM, kalo mau sesat jangan paksa orang lain untuk ikutan sesat, karena itu dosa!!!
kebohongan yang anda tebar suatu saat akan anda tuai sendiri akibatnya!!!
oia satu lagi, banyak leader MLM yang akhirnya jadi tukang sewa tempat dan soundsystem untuk pertemuan2 MLM yang intensitasnya tinggi itu lho..
jadi mereka akhirnya kaya dari sana, bukan dari menjalankan MLM-nya
silakan kalo ada yang ingin memberikan klarifikasi tentang ini. saya punya data!
sedihnya saya dibilang sesat, terima kasih sudah mengatakan bahwa saya termasuk orang sesat. tapi ga pa pa deh.
mas, bisnis apapun yang bakal untung adalah pemilik produk/ perusahan bukan penjual.
penjual Coca-cola mana yang bakal lebih kaya dibanding yang punya pabrik Coca-cola. Dealer Honda mana yang bakal lebih kaya dibanding yang punya pabrik Honda. ini hanya sistem bagi2 keuntungan kok.
semoga kalau saya sesat, akan segera disadarkan amin.
aduh plis deh hare gene ikut mlm gak penting bgt gtu lho! gw pernah dikejar2 tmn gw diajak masuk amway tapi triknya ngajak pelatihan kepribadian
Tian Shi …
Yang aku tau … ada TEH
Ada kalsium
ada apa lagi ya …
Istriku suka beli …
Tapi doi bukan aparat MLM nya …
sama det..
berkali-kali diteror diajak gabung,
krn gk enak akhirnya sempet masuk juga..
yo bener, banyak waktu, tenaga, pikiran dan uang yg terbuang jadinya deh. sorry, saat ini tak bilang gk lagi-lagi deh.
uhuhuhuhuuhu… begitu to om cerita nya..
@bisnisehat: coba deh dihitung2 sendiri… dari sekian jam menjalankan MLM, dengan “investasi” sekian rupiah, berapa hasil yang sudah didapat? kalo sudah tahu pemasukan jauh lebih kecil dari pengeluaran, tapi masih diterus2kan, berarti itu sesat menurut saya!
Yup, menurutku jalan orang berbeda2 mas…
Emang di segala bidang kita bisa sukses, asal betul2 memperjuangkannya. Di MLM kita bisa juga sukses diluar MLM kita juga bisa sukses…
Masalahe emang kadang teman2 MLM kurang fair dan terkesan memaksa dalam menjalankan bisnis… semoga mereka juga sadar bahwa tidak mungkin semua orang disamaratakan dan harus menerima MLM..
Begitu juga yang anti MLM, biarlah mereka memperjuangkan impiannya.. dan diakyui ato tidak, MLM memang melahirkan banyak orang sukses dan inteupreunur [walo sebenere banyak yang gagal juga sih]
Mengutip kata GusDur “Gitu aja kok repot”
Namanya Juga usaha….
mau ngejar2.. neror2 sampai ngumpet yg penting usaha…
gitu x ya bro???
Dulu sih sempet ada beberapa orang yang nawarin, datang berkali-kali bicara sampai berbusa-busa. Bahkan di salah satu obrolannya, bilang begini “Mas mau punya mobil, rumah bagus, alat elektronik canggih, bisa pergi ke luar negeri? Kalau ya, ikutlah kami yang telah sukses di bisnis ini. Sebab kalau bertahun-tahun hidup hanya mengandalkan gaji tidak akan cukup mas, semua hanya jadi impian belaka.” Waa…ini pelecehan bagi saya yang hidup dari gaji
Kok maksa ya…
image orang thd MLM udah gak banget, jadinya dia berdalih ke supermarket, franchise dsb.. kenapa dia gak bikin bisnis kaya fengshui mungkin
mending ikut tianshi daripada tidak berusaha sama sekali
MLM itu multi level marketing toh ??
agh..lom ada minat..
saya juga baru di prospek minggu kemarin (ini yang ke lima). saya ngakak juga waktu ngedenger banner-strore eeh.. UUT (ujung-ujungnya Tianshi) wakakak…..
@deteksi : kalo sudah tahu pemasukan jauh lebih kecil dari pengeluaran, tapi masih diterus2kan, berarti itu sesat menurut saya!
kalo itu menurut saya mah bukan sesat tapi bodoh
.
oke cukup sampai disini aja pembahasan kita, karena ga akan ada ujungnya.
@ yang lain : bagi yang setuju mlm (INGET mlmnya bukan distributornya) itu menipu, bohong, irasional atau apalah yang jelek2. coba pelajari dulu prinsip marketing konvensional, investasi konvensional dan pemilik usaha bukan prinsip karyawan/pegawai. coba bandingkan dengan MLM, tentu harus mempelajari mlm dari orang yang benar dulu, dan ga perlu join. baru kita bicara baik buruknya. karena saya lihat kebanyakan komentar buruk mlm disini bukan sistem mlmnya tapi kelakuan distributornya
oya kenapa tiashi saja yang dijelek2kan, untung saya bukan tiashi hehehe
terimakasih deteksi atas postingnya, sedikit banyak saya bisa dapet masukan untuk jadi bahan pertimbangan
Mending JUalan Teh ama Kopi hehehehe
AYo S Teh..S teh sueger loh..
kopi..kopi…bisa ngurangi rasa kantuk….
Wahh, biasanya saya sudah kenal tuh ujung2 percakapannya. jadi kalo cara ngomongnya dah mulai aneh2, pasti langsung saya sepet, “Apaan sih? Mo ngomongin Tianshi?”
Ternyata ampuh!! Yang mo presentasi jadi udah bete duluan.
Tapi belakangan ini cara itu sudah nggak bisa saya pakai lagi, berhubung yang presentasi adalah…. Sahabat dekat saya sendiri…
Saya paling nggak suka kalo mereka udah ngomong, “tinggal hengkang kaki, duit ngalir.” Dikiranya hidup ini seenak dengkulnya apa?
walaaaah…. koq MLM jadi = Bener2 store ?????… sejak kapan ??????? he he he
memang betul, semenjak adanya BannerStore dan mewabahnya aneka bisnis franchise lokal (Indonesia). para member Tianshi gampang saja dibodohi oleh upline atau leadernya. seperti yang diceritakan oleh Deteksi tepat sekali. pelaku MLM tianshi sudah kehabisan akal mereka.
sangat disanyangkan jika pelaku Tianshi menggunakan istilah Franchise atau Personal Franchise dalam mengundang seseorang. sehingga orang yang diundang merasa di jebak. mereka sebenarnya punya otak gak sih yo, apa mereka gak mikir, kalau menggunakan istilah franchise atau personal franchise bisa merusak citra bisnis franchise yang sebenarnya???
hati-hati loh para pelaku Tianshi, sebab ada peraturan pemerintah mengenai bisnis Franchise loh, dan ada hukumannya jika menggunakan istilah tersebut tidak pada tempatnya.
Silahkan mampir ke blog saya di http://www.bravo9682.wordpress.com
Hebat sekali ya komentarnya……..!?!????
Klo dipikir-pikir…diangan-angan ada benarnya jg smua komentar anda2….
TAPI kalo FAKTA…berbicara “..BANYAK sekali orang yg meraih sukses di bisnis Thiansi ini…”
Bijaksanakah komentar anda…????
Apakah itu bukan dikarenakan KEGAGALAN anda saja..????
Mengapa TIDAK INTROSPEKSI DIRI,sejauh mana usaha anda dlm meraih impian anda??
Kalo anda katakan bisnis ini HARAM,waduuh2 apa nggak salah tuh…brarti anda yg suci dong…mbok dipahami dulu sblm menilai..???
Sbenere..saya pribadi PANAS jg denger komentar anda2 smua yg sok Bijaksana…..
Tp kita TDK diajarkan u/ balas kejelekan dgn kejelekan…..
Jd saya hanya ingin sampaikan …~~BERLIAN TETAPLAH BERLIAN ~~~skalipun dilempar ke comberan……….CAPEK DEH…!!!!
@SUHARIYADI
mas, bisa sebutkan siapa nama mereka yang sukses, berapa pendapatan mereka dari tianshi, berapa pengeluaran mereka buat tianshi, berapa lama dia menjalankan tianshi
tolong sebutkan, orang di sekitar anda aja, jangan muluk-muluk sebut orang jakarta, apalagi china
yang saya bisa kenalan dengan dia dan ngobrol enak, apa tipsnya bisa sukses
atau anda sendiri mau berbagi pengalaman sukses dengan pembaca blog ini? kalo mau diwawancarai silakan kontak email saya: deteksi [at] gmail.com
Untuk apa aku hidup….??
Saya salah satu pelaku Bisnis MLM juga , waktu saya promosi in MLM saya. Ternyata banyak yang merespon. Dan yang paling banyak merespon adalah mereka dari MLM lain (Tianshi).
Mereka awalnya pura-pura ga tahu, bisnis MLM yang saya jalani ini. Trus bilang, mending kita ketemuan aja supaya lebih jelas, sistemnya seperti apa.
Yang paling saya ga ngerti…kok mereka mau jauh2 datang dari jakarta ke bandung. Dan ternyata, mereka cuman mau prospek balik saya.
Hmmm….bener2 membingungkan….
Kenapa bingung? karena saya gak pernah prospek orang face to face alias janjian trus ketemu. Apalagi sama orang yg blom kenal. Sama temen sendiri aja jarang nawarin gabung, paling produk nya doang.
untuk hariadi :
kamu dah peringkat apa? gak usahlah bicara motivasi diamond atau berlian segala….udah basi tau.
trus kamu di jariangan siapa? gua dulu juga orang tianshi dan keluar tahun 2003 akhir karena banyak kebohongan di sana sini? yang keluar tidak hanya saya…ada leader peringkat bronze lion dan silverl lion juga udah hengkang ke MLM lain yang lebih bonafid dan jujur apa adanya seperti Woo Tekh, Tasly, Chi, Merro, semua perusahaan itu dari China loh. bisa kebayang gak kalau Tianshi harus bersaing dengan kompetitor yang sama dari 1 kampung?
banyak juga leader bintang 7 dan 8 yang juga hengkang karena satu alasan bohonge akeh dab tianshi kuwi.
silahkan cek di http://www.tianshi-watch.com
atau main ke blog saya di http://bravo9682.wordpress.com
untuk deteksi :
sukses selalu dab
@55
bos suluh, ada loh yang spt itu tapi bukan MLM….
kalo gak salah sih namanya dynasis…..
coba deh tanya ke bung google…
salam tuk semuaaa….
#69 bisnisehat
Ada loh produsen yang lebih miskin dari distributornya.
Petani, contohnya. Hayoo…
Dr dulu gw gak pernah tertarik tuh ama Tian Shi, Banner Store, n (yg baru gw denger) pupuk apa tuh nama na! Sorry aja dech, wkakakakaka…